Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Stabilitas Sistem Keuangan Jadi Prasyarat Akselerasi Pemulihan Ekonomi

Herawanto memaparkan kondisi stabilitas sistem keuangan Jawa Barat per Oktober 2021 masih dalam kondisi terjaga. Hal ini tercermin pada penyaluran kredit yang terpantau meningkat menjadi 5,24% (yoy) dengan resiko yang tetap terjaga di angka 3.25%.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 24 November 2021  |  12:40 WIB
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Herawanto
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Herawanto

Bisnis.com, BANDUNG - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Herawanto menilai stabilitas sistem keuangan menjadi salah satu prasyarat akselerasi pemulihan ekonomi nasional.

Hal tersebut dikatakan dalam kuliah umum bertajuk “Kebijakan Makroprudensial di Indonesia Dalam Mendukung Akselerasi Pemulihan Ekonomi Indonesia” di Kampus Universitas Katolik Parahyangan.

Herawanto menuturkan stabilitas sistem keuangan menjadi suatu kondisi prasyarat sistem keuangan nasional dapat berfungsi efektif dan efisien serta mampu bertahan terhadap gejolak atau kerentanan internal dan eksternal, sehingga alokasi sumber pendanaan atau pembiayaan dapat berkontribusi pada pertumbuhan dan stabilitas perekonomian nasional.

Terwujudnya stabilitas sistem keuangan merupakan tanggung jawab bersama otoritas sektor keuangan yakni Kementrian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Lebih lanjut Herawanto memaparkan kondisi stabilitas sistem keuangan Jawa Barat per Oktober 2021 masih dalam kondisi terjaga. Hal ini tercermin pada penyaluran kredit yang terpantau meningkat menjadi 5,24% (yoy) dengan resiko yang tetap terjaga di angka 3.25%. Penyaluran kredit juga meningkat di sektor industri dan jasa dunia usaha sejalan dengan pelonggaran PPKM yang berdampak positif pada aktivitas ekonomi di Q4-2021.

Upaya pemulihan ekonomi melalui sektor riil juga memperoleh dukungan dari Pemerintah melalui realisasi penyaluran dana PEN di Jawa Barat.

"Bank Indonesia melalui sinergi dan kolaborasi bersama pemerintah dan seluruh komponen pentahelix terkait juga berkomitmen untuk terus melakukan percepatan pemulihan dan pengembangan ekonomi daerah melalui pemberdayaan sektor rill dan Klaster UMKM," kata Herawanto, dikutip Rabu (24/11/2021).

Ia menilai, percepatan pemulihan ini sangat penting menjadi perhatian bersama dan menjadi langkah terintegrasi untuk tanpa kecuali, tanpa memandang latar belakang dan golongan.

"Berbagai upaya sinergi dan kolaborasi tersebut akan terus dilakukan untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi Jawa Barat dan Indonesia," jelasnya.

Kegiatan edukasi dalam berbagai bentuk juga menurutnya akan terus gencar dilakukan agar masyarakat secara umum dapat bersama-sama mengetahui upaya yang ditempuh Bank Indonesia demi mencapai akselerasi pemulihan ekonomi untuk ekonomi Indonesia bangkit.

"Dedikasi Bank Indonesia dalam bentuk penyerahan bantuan-bantuan juga akan terus dilakukan," jelasnya.

Dalam gelaran tersebut, Juda Agung selaku Asisten Gubernur Bank Indonesia menjadi salah satu narasumber pada kuliah umum tersebut sekaligus menyerahkan secara simbolis bantuan dari Bank Indonesia berupa kursi roda celebral palsy kepada Corfield Margetan dan Muhammad Adi Fadilah sebagai perwakilan dari Yayasan Disabilitas Tanpa Batas disaksikan oleh civitas akademika Universitas Katolik Parahyangan.

Bantuan berupa kursi roda yang diberikan diharapkan dapat membantu mobilisasi rekan disabilitas serta dapat membawa manfaat dan dampak baik serta memberikan semangat saling membantu dan mendukung untuk kemajuan bangsa. (K34)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top