Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Lebaran, Purwakarta Antisipasi Kepulangan PMI

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan kepulangan PMI ini harus diantisipasi sejak dini karena dikhawatirkan membawa virus mematikan dari negara tempat mereka bekerja.
Asep Mulyana
Asep Mulyana - Bisnis.com 04 Mei 2021  |  12:27 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, PURWAKARTA - Pemkab Purwakarta mengantisipasi kepulangan pekerja migran Indonesia (PMI) menjelang lebaran 2021. 

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan kepulangan PMI ini harus diantisipasi sejak dini karena dikhawatirkan membawa virus mematikan dari negara tempat mereka bekerja.

"Kami sudah instruksikan semua kepala desa dan camat untuk melakukan pendataaan di wilayah masing-masing. Pendataan ini, terkait warga PMI yang kembali ke Purwakarta. Serta menyiapkan ruang isolasi mandiri," ujar Anne, kepada Bisnis.com, Selasa (4/5/2021).

Anne menyebutkan, dari 17 kecamatan yang ada, 7 wilayah di antaranya merupakan kantong-kantong PMI yakni Sukasari, Tegalwaru, Darangdan, Bojong, Wanaysa, Maniis dan Plered. 

Dengan demikian, pemerintahan desa dan kecamatan yang menjadi kantong PMI ini, harus gerak cepat dan proaktif turun untuk mendata warganya. Setelah itu, setiap desa harus memiliki ruang isolasi mandiri.

Ketika ada PMI yang pulang, warga itu akan dimintai keterangan apakah dia sudah diperiksa di Bandara Soetta, sudah mendapat pemeriksaan swab antigen, atau sudah diisolasi mandiri belum di Wisma Atlet. 

Jika ada PMI yang lolos dari syarat-syarat itu, maka pemerintahan desa atau kecamatam segera berkoordinasi dengan tim Satgas Covid kabupaten, untuk dilakukan langkah selanjutnya. 

Terkait dengan PMI, lanjut Anne, sebenarnya Purwakarta masih memberlakukan moratorium khususnya ke Timur Tengah dan Malaysia. Kalaupun saat ini, ada PMI yang kembali dari negara-negara yang dimoratorium ini, maka mereka pergi ke negara itu dengan jalan lain.

"Seperti melalui pendaftaran dari daerah tetangga. Jadi, di dinas kitanya tak terdaftar, tapi warga itu kembali dari Timteng dan Malaysia," ujar Anne.

Secara terpisah, Camat Tegalwaru Beni Primiadi mengatakan pihaknya sudah menerima instruksi dari bupati terkait dengan antisipasi kepulangan PMI ini. Untuk di Tegalwaru, pihaknya telah menyiapkan posko dan memberlakukan PPMK mikro hingga tingkat RT dan RW. 

"Dengan kebijakan ini, kedatangan PMI bisa terpantau dan bisa langsung di laporkan ke satgas covid di tingkat desa," ujar Beni.

Terkait ruang isolasi, setiap desa di wilayahnya sudah menyiapkan ruangan isolasi mandiri. Di Kecamatan Tegalwaru, ada 13 desa. Semua desa terdapat warga yang menjadi PMI. Tapi, yang paling banyak ada di Desa Sukamulya, Pasangrahan dan Cisarua. (K60)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

purwakarta
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top