Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia akan Kekurangan 9 Juta Developer pada 2030, Minat?

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong lahirnya lulusan yang menguasai teknologi informatika yang terampil dan sesuai dengan kebutuhan industri digital.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 04 April 2021  |  18:58 WIB
Ilustrasi - developers.facebook.com
Ilustrasi - developers.facebook.com

Bisnis.com, BANDUNG - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong lahirnya lulusan yang menguasai teknologi informatika yang terampil dan sesuai dengan kebutuhan industri digital.

Setidaknya hingga 2030 mendatang, Indonesia diprediksi akan kekurangan 9 juta developer.

Deputi Bidang Aplikasi dan Tata Kelola Ekonomi Digital Kemenparekraf Muhammad Neil El Himam mengatakan melalui program Baparekraf Developer Day (BDD) diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas dan kuantitar developer lokal yang memiliki kompetensi global.

"Ekonomi digital merupakan salah satu sektor yang bertumbuh di masa pandemi. Untuk itu, Baparekraf Developer Day ini digelar khusus secara daring untuk meningkatkan ekosistem developer lokal," kata dia, Minggu (4/4/2021).

Dalam gelaran BDD, diproyeksikan mampu meningkatkan kemampuan para developer atau pengembang aplikasi agar dapat mencapai level expert, sehingga dapat mudah terserap di pasar kerja. Kegiatan digelar secara daring di Hotel Pullman, Kota Bandung.

Nantinya para peserta yang sudah diseleksi sebelumnya akan mengikuti pelatihan secara bertahap atau sekitar 200 jam pelajaran. Dengan didampingi para mentor yang sudah menjadi praktisi digital di perusahaan-perusahaan besar, peserta akan mengikuti pelatihan mulai dari tingkat pemula hingga expert.

Dengan tingginya kebutuhan developer di Indonesia, dibutuhkan upaya untuk meningkatkan kemampuan dan juga kompetensi para developer, terutama agar bisa diserap oleh pasar digital.

Neil menambahkan, terdapat empat pilihan track pada BDD 2021, antara lain Android Track, Web Track, Machine Learning, dan Back End Developer Track. Lebih dari 1.500 developer bakal diberikan fasilitas.

"Fasilitas tahun ini fokus untuk memastikan para developer mencapai level expert," ucap dia.

Di lokasi yang sama, CEO Decoding Indonesia Narenda Wicaksono mengakui jika Indonesia masih kekurangan developer terampil dari segi kualitas maupun kuantitas. Adapun dalam BDD, developer yang bakal diberi fasilitas disaring secara komperhensif dengan diberikan kelas dasar terlebih dahulu.

"Latar belakangnya bisa siapa aja, ada anak SMK kerja di fotokopian sekarang jadi developer dan kalau dia mau spend waktu dia bisa gak perlu punya basic developer," kata Narendra.

Narendra menilai, banyak faktor yang bisa memengaruhi kualitas didik teknologi informatika yang mengakibatkan lulusannya tidak bisa bersaing di dunia kerja.

"Biasanya itu belajarnya menggunakan kurikulum yang sudah lama, makanya kita akan update kurikulum sebulan sekali, karena kalau tidak begitu kita akan ketinggalan," jelasnya. (k34)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenparekraf
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top