Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dua Bendung Ini Andalan PJT II Penuhi Kebutuhan Air Wilayah Hilir

Sebagai pengelola waduk Ir Djuanda, PJT II Jatiluhur bertanggungjawab menjaga kelestarian, termasuk keseimbangan ekosistem di perairan tersebut.
Asep Mulyana
Asep Mulyana - Bisnis.com 31 Maret 2021  |  17:25 WIB
Waduk Ir Djuanda, Kabupaten Purwakarta - Bisnis/Asep Mulyana
Waduk Ir Djuanda, Kabupaten Purwakarta - Bisnis/Asep Mulyana

Bisnis.com, PURWAKARTA - Waduk Ir Djuanda, Kabupaten Purwakarta, merupakan salah satu kawasan konservasi di Jawa Barat. Sebagai pengelola waduk buatan ini, PJT II Jatiluhur bertanggungjawab menjaga kelestarian, termasuk keseimbangan ekosistem di perairan tersebut.

Sekretaris PJT II Jatiluhur Nandang Munandar menuturkan Waduk Jatiluhur merupakan salah satu sumber air buatan yang multifungsi. Selain PLTA, kebutuhan air di waduk buatan ini juga difungsikan penyuplai air untuk kebutuhan air baku dan pesawahan di lima kabupaten wilayah hilir. Yakni, Jakarta, Bekasi, Karawang, Subang dan Indramayu.

"Sehingga, ini menjadi bagian dari komitmen kami bagaimana kelestarian Waduk Jatiluhur bisa tetap terjaga. Apalagi, Jatiluhur merupakan salah satu objek vital nasional," ujar Nandang di sela-sela kegiatan Media Fellowship 2021 di kawasan Istora Jatiluhur, Rabu (31/3/2021).

Nandang menjelaskan, terkait kebutuhan air selama ini sedikitnya 240.000 hektare areal pesawahan di lima kabupaten di wilayah hilir itu menjadi tanggung jawab perusahaannya. Sehingga, pihaknya harus memastikan suplai air yang mengalir dari Jatiluhur ini bisa tetap terjaga.

"Kita atur dari sini. Supaya, pasokan air ke wilayah hilir bisa tetap terjaga," jelas dia.

Dalam pembagian air untuk kebutuhan wilayah hilir ini, perusahaannya mengandalkan dua bendung. Yakni, Bendung Curug dan Walahar. Untuk bendung Curug, kata dia, mempunyai fungsi strategis sebagai bendung pembagi penyediaan air untuk untuk irigasi teknis dan air baku.

Aliran air di Bendung Curug, lanjut dia, juga difungsukan sebagai pembangkit tenaga listrik yang berfungsi menghidupkan pompa pengendalian banjir di pantai Utara Jawa dan Barat sehingga air yang mengalir bisa proporsional dan memberikan manfaat yang merata.

"Bendung Curug dibangun pada tahun 1965 dan mulai beroperasi pada tahun 1968," kata dia.

Nandang menjelaskan, bendung Curug mempunyai 8 menara dan 7 pintu air yang mempunyai fungsinya masing-masing. Selain itu juga terdapat pompa hidrolis di aliran Tarum Barat sebanyak 17 unit dan pompa listrik di Tarum Timur sebanyak 6 unit, dengan 4 unit berkapasitas 17,5 m3/sec dan 2 unit berkapasitas 10 m3/sec.

Bergeser ke sebelah utara, terdapat Bendung Walahar. Bendung pembagi aliran air yang mulai dibangun kurang lebih tahun 1920 dan mulai dioperasikan tahun 1925 itu sangat vital untuk mengairi irigasi di wilayah Kabupaten Karawang bagian Utara.

"Bendung ini merupakan salah satu bendung tertua di wilayah kerja Jasa Tirta II. Fungsi Bendung Walahar sebagai pintu utama Saluran Induk Tarum Utara," jelas dia.

Adapun aliran Sungai Citarum dari Bendung Walahar, sambung dia, dibagi oleh bangunan bagi Leuweung Seureuh ke saluran-saluran irigasi. Ada sekitar 80.000 hektare sawah bergantung pada aliran air dari Bendung Walahar dan BBU Leuweung Seureuh. Dari sisi geografis letak Bendung Walahar ±8 km sebelah hilir Bendung Curug Kecamatan Klari Kabupaten Karawang.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut PJT II Jatiluhur juga turut mengkampanyekan pentingnya menjaga ekosistem dan sumber daya air di kawasan ini. Puluhan wartawan dari berbagai media yang hadir dalam kegiatan tersebut, turut diajak untuk menjaga kelestariannya.

Yakni, melalui penebaran benih ikan (restocking) di perairan Waduk Jatiluhur. Dalam kegiatan ini, sedikit nya ada 5.000 benih ikan jenis nila yang ditebar. (K60)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

purwakarta
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top