Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jalur Lingkar Barat Dikepung Pergerakan Tanah, Warga Sukasari Kembali Terisolasi

Sejak beberapa hari terakhir, ada beberapa kejadian di Jalur Lingkar Barat (Sukasari), pertama peristiwa tanah longsor tepatnya di desa Ciririp, Kecamatan Sukasari.
Asep Mulyana
Asep Mulyana - Bisnis.com 22 Februari 2021  |  10:15 WIB
Pergerakan tanah di Kabupaten Purwakarta - Bisnis/Asep Mulyana
Pergerakan tanah di Kabupaten Purwakarta - Bisnis/Asep Mulyana

Bisnis.com, PURWAKARTA – Intensitas hujan yang turun di Kabupaten Purwakarta, mulai menunjukkan peningkatan sejak beberapa hari terakhir ini. Imbasnya, saat ini sebagian wilayah di kabupaten tersebut dihantui peristiwa bencana alam, salah satunya pergerakan tanah.

Saat ini saja, ada beberapa titik tanah di jalan kabupaten dilaporkan mengalami pergeseran salah satunya di wilayah Kecamatan Sukasari. Di wilayah itu, terdapat jalan kabupaten yang amblas dan terbelah. Sehingga, saat ini jalur penghubung antar kecamatan di wilayah ini tak bisa dilalui.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta Wahyu Wibisono membenarkan terkait kejadian tersebut. Sejak beberapa hari terakhir, ada beberapa kejadian di Jalur Lingkar Barat (Sukasari), pertama peristiwa tanah longsor tepatnya di desa Ciririp, Kecamatan Sukasari.

“Minggu (21/2) sore, kami pun mendapat laporan terjadi pergeseran tanah di jalur Lingkar Barat itu. Kali ini, lokasinya di Kampung Ciputat Kulon, Desa Kertamanah. Pergesaran tanah ini, mengakibatkan jalan terbelah, sehingga tak bisa dilalui kendaraan,” ujar Wibi saat dihubungi Bisnis.com, Senin (22/2/2021).

Wibi menjelaskan, kondisi tanah di sejumlah titik di Jalur Lingkar Barat memang memiliki karakteristik labil. Sehingga rentan pergerakan tanah saat diguyur hujan. Dengan adanya kejadian tersebut, saat ini jalur penghubung antar kabupaten ini untuk sementara tak bisa dilalui kendaraan dari arah manapun.

“Jalurnya sudah terputus total. Jadi untuk sementara tidak bisa dilalui kendaraan. Kami sudah berkordinasi dengan dinas teknis untuk penanganannya,” jelas dia.

Saat ini, kata dia, jajarannya telah melakukan berbagai upaya penanggulangan. Salah satunya, mengungsikan warga ke tempat yang lebih aman. Termasuk, berkordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari jalur alternative baru untuk warga, khususnya yang bermukim di Kecamatan Sukasari.

“Ini jalur satu-satunya jalur untuk mobilitas warga Sukasari. Makanya, kami sedang berkordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencari jalur lain sementara sebagai akses warga,” kata dia.

Menurut dia, jika tidak ada jalur darat alternative untuk mobilitas warga, dengan terpaksa warga di Sukasari yang hendak ke wilayah Purwakarta kembali ke 10 tahun ke belakang. Yakni, menggunakan perahu dengan melintasi perairan waduk Jatiluhur.

“Tapi, kita akan cari solusi yang terbaik. Jangan sampai, warga di sana terisolasi lagi,” imbuh dia.

Seperti diketahui, beberapa tahun lalu Pemkab Purwakarta membangun jalur darat baru penghubung antar kecamatan. Yakni, Jalur lingkar Barat atau biasa disebut jalur Trans Papua-nya Purwakarta. Jalur tersebut, terbentang dari mulai Kecamatan Babakan Cikao-Jatiluhur-Sukasari hingga tembus ke Maniis.

Selain itu, jalur tersebut juga terhubung dengan empat kabupaten tetangga, yakni Karawang, Cianjur, Bekasi dan Bogor. Akses jalan baru ini awalnya merupakan hutan belantara. Jadi sangat wajar bila tanahnya masih labil. Jalan lingkar barat itu, panjangnya mencapai 57 kilometer. Dari panjang tersebut, ada sejumlah titik yang diwaspadai rawan pergerakan tanah. Salah satunya Ciririp. (K60)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

purwakarta
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top