Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jatiluhur Dituding Jadi Penyebab Banjir Karawang, Ini Penjelasan PJT II

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang melansir hujan yang turun dua hari ini kembali mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah.
Asep Mulyana
Asep Mulyana - Bisnis.com 21 Februari 2021  |  15:04 WIB
Foto aerial keramba jaring apung, di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat - Antara/Sigid Kurniawan
Foto aerial keramba jaring apung, di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat - Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, KARAWANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang melansir hujan yang turun dua hari ini kembali mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah.

Hingga Sabtu (20/2/2021) malam, tercatat sudah ada 24 desa di 12 kecamatan yang terdampak banjir akibat meluapnya sungai.

“Banjirnya sudah meluas. Dari data yang ada sudah ada 24 desa di 12 kecamatan yang terdampak. Kebanyakan, wilayah yang dekat dengan bantara sungai,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karawang Yasin Nasrudin kepada wartawan, Minggu (21/2/2021).

Dia menjelaskan, wilayah-wilayah tersebut selama ini memang menjadi daerah langganan banjir. Saat ini, pihaknya masih fokus untuk melakukan pendataan warga yang terdampak. Adapun ketinggian genangan air yang menerjang pemukiman warga, bervariasi antara 20 sentimeter hingga 1 meter.

Sementara itu, saat ini banyak bertebaran informasi mengenai penyebab banjir yang menggenangi sebagian wilayah Karawang, itu merupakan dampak kiriman air dari Waduk Jatiluhur melalui aliran Citarum.

Sebagai pengelola waduk buatan terbesar ini, Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur, menepis tudingan tersebut. Perusahaan BUMN ini menegaskan, kondisi air di Waduk Ir Djuanda Jatiluhur, sampai saat ini masih aman dan kondusif. Begitu pun dengan air yang dikeluarkan ke hilir, itu masih normal.

“Ketinggian air dan tampungan bendungan Jatiluhur dan Walahar masih aman. Jadi, kalau ada yang bilang jika banjir Karawang berasal dari Jatiluhur, itu tidak benar,” ujar Sekretaris Perusahaan PJT II Jatiluhur Nandang Munandar.

Saat ini bertebaran informasi yang menyesatkan terkait kondisi bendungan Jatiluhur dan Walahar. Bahkan, ada sebuah video yang memutar tayangan kondisi salah satu bendungan dengan kondisi air yang meningkat.

“Saat kami lihat di sosial media itu, yang ada dalam video tersebut merupakan kondisi Bendung Cibeet di Bekasi yang memang saat ini dalam status awas,” jelas dia.

Menurut dia, sejauh ini perusahaannya terus membangun koordinasi dengan sejumlah kabupaten yang wilayahnya teraliri air dari Waduk Jatiluhur. Semisal, Kabupaten Karawang dan Bekasi. Adapun komunikasi searah dengan lintas instansi dan lembaga terkait itu, untuk menginformasikan kondisi air di Jatiluhur ini kepada masyarakat secara benar.

“Biasanya, yang membuat cemas di masyarakat itu lantaran adanya kesimpangsiuran informasi tentang kondisi Jatiluhur. Untuk itu, kami berharap masyarakat untuk tidak begitu saja percaya pada informasi yang di media sosial yang belum tentu kebenarannya,” pesan dia.

Nandang menegaskan, saat ini kondisi Waduk Jatiluhur masih di bawah normal. Hal mana, per Sabtu kemarin tinggi muka air (TMA) di Waduk Jatiluhur masih di angka 96,53 Mdpl atau masih jauh dari batas normal waduk yang mencapai 107,00 Mdpl.

Dia berharap, masayarakat tak perlu merisaukan kondisi air Jatiluhur secara berlebihan. Apalagi, sampai membuat panik. Sebab, fenomena seperti ini terhitung biasa dan masih normal selama musim penghujan. (K60)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

karawang
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top