Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Selama 2020, Investasi di Purwakarta tak Terganggu Pandemi Covid-19

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Purwakarta mengklaim nilai investasi di wilayahnya justru mengalami kenaikan, baik dari penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalan negeri (PMDN).
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 05 Januari 2021  |  11:57 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, PURWAKARTA – Investasi di Kabupaten Purwakarta selama 2020 diyakini tidak terganggu pandemi Covid-19.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Purwakarta mengklaim nilai investasi di wilayahnya justru mengalami kenaikan, baik dari penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalan negeri (PMDN).

Menurut Kepala DPMPTSP Kabupaten Purwakarta Muchamad Nurcahya, selama pandemi investasi di wilayahnya cenderung stabil. Bahkan, setiap tahunnya nilai investasi tersebut selalu naik.

“Alhamdulillah, pandemi Covid-19 ini tak terlalu berdampak signifikan terhadap investasi,” ujar Nurcahya kepada Bisnis, Selasa (5/1/2021).

Nurcahya mencontohkan, pada 2018 lalu misalnya, realisasi nilai investasi di wilayahnya mencapai Rp56,5 triliun dari target Rp48 triliun. Sedangkan, untuk 2019 realisasinya di angka Rp62,7 triliun dari target yang ditetapkan sebesar Rp55 triliun. Adapun nilai investasi ini, merupakan akumulasi dari realisasi investasi PMA dan PMDM.

“Setiap tahun, kenaikannya rata-rata di angka 11 persen dari target,” jelas dia.

Sedangkan untuk 2020 kemarin, lanjut dia, hingga akhir tahun realisasi investasi Purwakarta sudah di angka Rp67,5 triliun. Artinya, ada kenaikan dari tahun sebelumnya. Salah satu faktor yang mendongkrak kenaikan realisasi investasi ini yakni akan adanya Kawasan Industri Multi Optima Sejahtera (KIMOS).

Dia menjelaskan, kawasan industri ini ini berada di Kecamatan Babakan Cikao. Adapun Luas lahan untuk kebutuhan KIMOS ini luasnya mencapai 1.200 hektare. KIMOS ini, meliputi lima desa di Kecamatan Babakancikao. Di antaranya, Desa Hegarmanah, Babakancikao, Mulyamekar dan Cigelam.

Nurcahya menuturkan, saat ini progress pembangunan KIMOS tersebut sudah pada tahapan pembebasan lahan dan pengerasan. Adapun yang telah dibebaskannya, mencapai 90 persennya. Sisanya, dalam proses balik nama.

Kawasan industri baru ini, sambung dia, rencananya mampu menampung sekitar 5.000 perusahaan. Estimasinya, satu perusahaan membutuhkan minimal satu hektare lahan. Sedangkan, untuk penyerapan tenaga kerjanya, dibutuhkan lebih dari 100.000 jiwa.

“Purwakarta diuntungkan dengan adanya kawasan industri baru ini. Meskipun, perusahaan yang akan berdiri di kawasan itu, mayoritas merupakan perusahan padat modal,” ujarnya.

Dia menambahkan, salah satu perusahaan yang sudah mengincar kawasan baru ini, yakni Wings Grup. Kawasan ini, nantinya bisa terhubung langsung dengan jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Selatan.

Sedangkan, lanjut dia, untuk investasi yang sedang berjalan lainnya, antara lain Proyek Strategis Nasional (PSN) Pembangunan Kereta Cepat Indonesia-Cina (KCIC) Jakarta-Bandung. Kemudian, pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek Japek Selatan. Lalu, pembangunan PLTS Terapung 145 MW di Waduk Cirata.

Untuk lokasi bangunan instalasi PLTS ini, rencananya di Kecamatan Maniis dan Tegalwaru dengan total nilai investasi sebesar Rp2,175 triliun. Bahkan, PLTS yang akan dibangun ini diklaim terbesar se Asia Tenggara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

purwakarta
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top