Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kolaborasi JNE dan UMKM yang Berharap Untung di Tengah Kondisi Buntung

Pandemi Covid-19 yang terjadi sepanjang 2020 ini berdampak kepada sektor perekonomian. Usaha mikro kecil menengah (UMKM) pun dianggap paling berat menanggung dampak pandemi ini.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 23 Desember 2020  |  15:37 WIB
Pekerja membungkus paket di Kantor Cabang Utama PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), Bandung. - ANTARA/Raisan Al Farisi
Pekerja membungkus paket di Kantor Cabang Utama PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), Bandung. - ANTARA/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, CIREBON - Pandemi Covid-19 yang terjadi sepanjang 2020 ini berdampak kepada sektor perekonomian. Usaha mikro kecil menengah (UMKM) pun dianggap paling berat menanggung dampak pandemi ini.

Dampak pandemi ini, membuat pemerintah memprioritas dukungan kepada pelaku UMKM untuk segera pulih. Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp123,46 triliun pun digelontorkan pemerintah untuk kebutuhan restrukturisasi kredit UMKM, kredit modal kerja, bantuan tunai, dan beberapa dukungan lainnya.

Tidak hanya pemerintah yang‎ terus mengulurkan bantuan kepada para pelaku UMKM, beberapa perusahaan kurir pun mencoba merangkul dengan harapan sama-sama ketiban untung dan selamat dari jurang keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

Salah satu perusahaan kurir yang saat ini berupaya menyelamatkan UMKM dari keterpurukan yakni, PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE). Perusahaan yang berdiri sejak 26 November 2020 itu, belum lama ini menggulirkan program andalan yaitu "Extreme Collaboration UMKM Naik Kelas".

Extreme Collaboration UMKM Naik Kelas adalah program pelatihan gratis bagi UMKM terpilih dari seluruh Indonesia. JNE juga menggandeng sosok yang memberikan program demi kemajuan UMKM di Indonesia, yaitu Dewa Eka Prayoga untuk menjadi pendamping para pelaku UMKM lainnya.

Head of Regional Jawa Barat JNE, Murah Lestari, mengungkapkan, UMKM merupakan penopang perekonomian nasional. Di tengah ramainya ekosistem e-commerce atau socio commerce, di mana JNE memegang peranan penting sebagai salah satu pilar di dalamnya yaitu logistik.

"Program Extreme Collaboration bersama Dewa Eka Prayoga, merupakan salah satu program pelatihan secara ekslusif dan khusus melalui pembinaan dan pendampingan UMKM selama satu tahun secara gratis," kata Murah Lestari kepada Bisnis Indonesia, Selasa (22/12/2020).

Pendaftaran batch pertama Extreme Collaboration UMKM Naik Kelas, lebih dari pelaku UMKM di Indonesia sudah mendaftar. Nantinya, JNE bakal mengakurasi dan memilih 800 peserta untuk menjadi peserta dalam program tersebut.

Murah Lestari mengatakan, pendaftar yang sudah mendaftar program itu sebagian besar adalah kategori fesyen dan didominasi oleh pelaku UMKM dari Kota Bandung, Jawa Barat. "JNE mendukung segala proses pengembangan untuk meningkatkan perekonomian bangsa," katanya.

Dukungan lain untuk UMKM dari JNE di antaranya, Pesanan Oleh-oleh Nusantara (Pesona), cash on delivery (COD), digital payment, friendly Logistic, dan potongan ongkir, cashback, dan beberapa program lainnya.

Perkembangakan ekonomi digital beberapa waktu tahun terakhir, berdampak positif kepada bidang logistik, lantaran perpindahan barang dari produsen ke konsumen membutuhkan peran logistik yang efisien sekaligus tepat waktu.

"JNE yakin, jika ekosistem digital terus mengalami pertumbuhan yang baik, maka JNE pun dapat berkembang, termasuk para pertumbuhan UMKM di Indonesia," kata Murah.

Kemudahan lainnya yang diberikan oleh JNE untuk memanjakan UMKM agar meningkatkan jual-beli online, beberapa di antaranya seminar, pelatihan digital marketing, penyediaan fulfillment logistik, dan pelatihan packaging. Program itu pun sudah rutin dilakukan sejak 2016.

Hari belanja online nasional (Harbolnas)‎ 12 Desember 2020 membuktikan, perusahaan jasa pengiriman Ekspres mengalami lonjakan pengiriman barang yang sebagian besar dari UMKM. Presiden Direktur PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Mohamad Feriadi, menyebutkan, pertumbuhan bisnis JNE hingga Desember 2020 berada diangka 10-15 persen.

Kampanye negatif yang berbarengan dengan Harbolnas 12.12, lanjut Feriadi, terbukti tidak membuat adanya penurunan, "Jumlah itu masih akan terus bergerak mendekati akhir Desember 2020," kata Eri kepada Bisnis Indonesia,‎ Sabtu (18/12/2020).

Pelaku UMKM fesyen dari Kota Bandung, Rohman Abdullah (26), menyebutkan, akhir 2020 permintaan produknya semakin meningkat, bahkan, 80 persen pembeli memilih JNE sebagai jasa untuk pengiriman barang.

Selain lokasi counter JNE yang cukup tersebar di Kota Bandung, perusahaan kurir tersebut menawarkan berbagai kemudahan, mulai dari pick up point (jemput paket di rumah), gratis ongkos kirim, sampai pengiriman paket selalu tepat waktu.

Selama Desember ini, kata Rohman, mampu meraup omzet hingga Rp120 juta. Pendapatan tersebut menurut Rohman tidak pernah didapatkan ditahun sebelumnya, pada periode yang sama.

"Saat harbolnas kemarin, permintaan mencapai 500. Mungkin 400 paket dalam permintaannya semua ingin dikirim menggunakan jasa JNE, tidak pernah ada keluhan juga," katanya. (K45)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jne
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top