Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Antisipasi Musim Hujan, KAI Daop 2 Sebar Petugas di Daerah Rawan

Memasuki musim penghujan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 waspada titik rawan amblasan, longsoran dan banjir.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 26 November 2020  |  17:38 WIB
Pemeriksaan kondisi jalur kereta di wilayah Daop 2 Bandung - Istimewa
Pemeriksaan kondisi jalur kereta di wilayah Daop 2 Bandung - Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG - Memasuki musim penghujan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 waspada titik rawan amblasan, longsoran dan banjir.

Di Daop 2 terdapat 44 titik daerah rawan yang semuanya dijaga 24 jam. Daerah yang rawan bencana banjir diantaranya di Cicalengka dan Rancaekek. Daerah yang rawan longsor dan amblas ada di daerah pegunungan, ke arah timur seperti daerah Nagrek, Cipeundeuy hingga Tasikmalaya. Sedangkan rawan longsor ke arah barat seperti di lintas antara Purwakarta–Ciganea.

"Untuk menghadapi segala kemungkinan yang terjadi pada musim hujan ini, PT KAI Daop 2 telah siaga 24 jam di beberapa lokasi untuk antisipasi terhadap gangguan perjalanan kereta api," ujar Manager Humas PT KAI Daop 2, Noxy Citrea, Kamis (26/11/2020).

Menurutnya, di titik rawan dijaga oleh Petugas Daerah Rawan (PDR) dan flying gank (regu siaga). Total jumlahnya sekitar 250 petugas. Tugasnya memantau secara intensif dan menangani daerah tersebut selama 24 jam guna memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi operasional kereta api. Flying gank disigakan untuk bertindak cepat menangani gangguan di lintas.

“Kami juga telah menyiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) guna mempercepat penanganan jika terjadi bencana alam yg mengganggu perjalanan. Amus ditempatkan di 4 lokasi yang mudah terjangkau seperti di Stasiun Purwakarta, Padalarang, Tasikmalaya dan Banjar. Amus berupa batu balas/kricak, bantalan rel, pasir dan sebagainya yang berguna apabila ada rintang jalan yang mengganggu operasional kereta api,” ujar Noxy.

Selain itu, setiap hari ada pengecekan dari Petugas Pemeriksa Jalan yang berjalan kaki atau berkendara di atas rel dari stasiun satu ke stasiun.

Tugasnya yakni dengan memeriksa secara detil kondisi jalur kereta yang dilaluinya, seperti kelayakan rel, kondisi ketebalan batu balas dan mengencangkan baut. Hal lain yang rutin dilakukan petugas jalan jembatan meliputi perawatan prasarana mulai dari jalan rel, jembatan, persinyalan dan termasuk di dalamnya perbaikan saluran air yang berada di sekitar jalur KA.

“Kami berharap dengan adanya upaya ini akan mampu menciptakan kondisi perjalanan kereta yang aman dan nyaman untuk seluruh pelanggan kereta api. Jangan ragu atau kawatir untuk menggunakan kereta api, karena KAI konsisten menerapkan protokol kesehatan yang ketat baik di stasiun maupun di atas kereta api,” ujar Noxy. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt kai
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top