Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PAD Kota Bandung Selama Pandemi Covid-19 Merosot

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung merosot selama pandemi Covid-19.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  18:35 WIB
Ilustrasi pajak - Istimewa
Ilustrasi pajak - Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung merosot selama pandemi Covid-19.

Sekertaris Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Kota Bandung, Gungun Sumaryana mengatakan, dari sembilan jenis pajak yang dikelola BPPBD, hampir semuanya mengalami penurunan.

"Kewenangan BPPD mengelola pajak, mulai dari hotel, restoran, hiburan, parkir, penerangan jalan, BPHTB, PBB, reklame dan pajak air tanah. Semuanya terdampak, cuma memang penerangan jalan tidak terlalu [terdampak]," ujar Gungun, saat ditemui di Balai Kota Bandung, Kamis (15/10/2020).

Saat ini, kata dia, ada beberapa jenis pajak yang pendapatannya mulai naik seperti kafe dan restoran.

Dalam kondisi normal, pendapatan pajak dari tempat makan itu bisa mencapai Rp30 miliar per bulan.

"Ketika pandemi turun menjadi Rp10 miliar, tapi sekarang sudah kembali naik ke angka Rp15 miliar lagi per bulan, mudah-mudahan ini terus naik," katanya.

Gungun merinci, PAD Kota Bandung ditargetkan mencapai Rp2,7 triliun. Namun, karena pandemi targetnya pun diturunkan menjadi Rp1,7 triliun. Hingga Rabu 14 Oktober 2020, BPPD baru mengumpulkan Rp1,1 triliun.

"Perolehan pajak sampai dengan Oktober perhari kemarin, sudah mencapai Rp1,1 triliun dari target sekarang itu Rp1,7 triliun, jadi memang ini ada penurunan dan sangat berdampak signifikan dari pandemi Covid-19 ini," ucapnya.

Meski demikian, Gungun mengaku optimistis mengejar sisa pendapatan pajak agar mencapai target diakhir tahun 2020. Sebab, saat ini secara bertahap sumber pajak sudah kembali aktif.

"Kita harus optimistis mengejar target, karena sekarang tempat-tempat sudah mulai aktif lagi, kita pun akan melakukan koordinasi intens dengan para notaris agar mengimbau warga melakukan peralihan haknya [tanah dan bangunan] agar dipercepat supaya menjadi capaian target," katanya. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemkot bandung
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top