Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembuat Kaki Palsu di Kota Bandung Bisa Raup Omzet Rp20 Juta per Bulan

Usaha pembuatan kaki palsu di Kota Bandung bisa meraup omzet hingga Rp20 juta per bulan. Jika sedang ramai, lokasi usaha yang terletak di Kelurahan Palasari, Kecamatan Cibiru bisa memproduksi ratusan kaki palsu.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  14:46 WIB
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengunjungi lokasi usaha pembuatan kaki palsu.
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengunjungi lokasi usaha pembuatan kaki palsu.

Bisnis.com, BANDUNG - Usaha pembuatan kaki palsu di Kota Bandung bisa meraup omzet hingga Rp20 juta per bulan. Jika sedang ramai, lokasi usaha yang terletak di Kelurahan Palasari, Kecamatan Cibiru bisa memproduksi ratusan kaki palsu.

Pemilik pembuatan kaki palsu, Dadan Hernawan menyampaikan dalam satu hari bisa memproduksi 4-5 kaki. Saat ini, usahanya dibantu oleh tujuh orang karyawannya yang juga merupakan disabilitas.

"Sehari itu tergantung permintaan. Kalau banyak, 1 bulan bisa mencapai 100 kaki. Sehari juga 4-5 kaki selesai dikerjakan," katanya, Selasa (13/10/2020).

Untuk bahan, ia mengaku tak khawatir. Pasalnya bahan spons di kawasan Cibaduyut sering digunakan dalam bahan sepatu.

"Bahannya itu gampang di Cibaduyut itu spons. Ini jelas tidak ada produk luar,"tegasnya.

Sedangkan soal harga, Dadan mengaku bisa dinegosiasikan. Karena ia melihat latar belakang keadaan pemesan.

"Harganya tergantung bahan, standarnya Rp4 juta. Kalau saya jual itu seperti orangnya mampu harganya ya pas secukupnya. Jika keadaan tidak cukup ya. kita berikan di bawah [standar harga]," akunya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana yang sempat mengunjungi lokasi usaha milik Dadan mengaku akan mendukung para perajin usaha kecil menengah (UKM) dalam bidang pembuatan kaki palsu. Pasalnya, dengan pegawai yang memiliki keterbatasan fisik, bisa menjadi sumber penghidupan.

"Mudah-mudahan nanti apa yang Pemkot Bandung bisa bantunya, insyaalah kita akan berikan," tutur Yana di sela-sela peninjauan.

"Pemkot Bandung sangat mendukung UKM yang kreativitas. Pastinya kita akan bantu pemasarannya membuat katalog atau brosur yang bisa dititip rumah sakit atau apapun. Mungkin saja ada beberapa masyarakat yang dapat musibah, kalau ternyata diberi informasi tempat ini ada alat bantu yang diberikan bisa aktivitas normal kembali," imbuhnya.

Yana sangat mendukung karena usaha tersebut juga sebagai ruang untuk membuka lapangan pekerjaan.

"Tadinya yang kerja di sini juga membeli alat bantu. Ternyata bisa direkrut dan bisa membantu juga dengan keahliannya," kata Yana.

Tak hanya itu, Pemkot Bandung pun mengapresiasi atas kegigihan para pelaku usaha tersebut. Pasalnya dengan keterbatasan fisik, namun semangatnya masih kuat. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm pemkot bandung
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top