Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Akhir Tahun, Okupansi Hotel di Jabar Diharapkan Capai 30%

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menargetkan rata-rata okupansi kamar hotel di Jawa Barat bisa tercapai 30% pada akhir tahun 2020.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 06 September 2020  |  19:32 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, BANDUNG - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menargetkan rata-rata okupansi kamar hotel di Jawa Barat bisa tercapai 30% pada akhir tahun 2020.

Ketua PHRI Jawa Barat Herman Muchtar menyebut target tersebut cukup rasional jika melihat perkembangan peningkatan okupansi kamar hotel di Jawa Barat.

"Kita sudah perkirakan, rata-rata okupansi di Jawa Barat 30 persen pada akhir tahun," jelas Herman, Minggu (6/9/2020).

Herman menyebut, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat di luar ekspektasi.

BPS merilis peningkatan TPK di Jawa Barat mencapai 27,17% pada Juli 2020. Padahal, Herman memperkirakan hanya akan terjadi peningkatan 10-15% saja pada Juli 2020.

"Kita malah perkirakan okupansi 10-15 persen di Juli 2020," jelasnya.

Menurutnya, dari data yang ia miliki, sebaran okupansi saat Pandemi Covid-19 ini tidak merata. Sebagian, peningkatan terkerek dari daerah-daerah yang memiliki destinasi wisata.

"Sedangkan seperti Depok, Bekasi, Banjar dal lain-lain itu masih kecil," ungkapnya.

Untuk itu, ia memperkirakan kondisi ini akan terus berlanjut jika pandemi Covid-19 belum teratasi.

Meski demikian, ia menyebut kondisi pada Juli ini memang terjadi peningkatan hampir di seluruh Jawa Barat meskipun sebarannya tidak merata.

"Setelah 26 Juni 2020 Jawa Barat sudah tidak memberlakukan PSBB, terjadi peningkatan, apa lagi sekarang jadwal kereta dan juga layanan penerbanganan pesawat jet sudah ditambah di Kota Bandung," jelasnya. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

phri
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top