Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saatnya Bangun Super Apps yang Merdeka Tanpa 'Potongan'

Dengan mengusung kemerdekaan tanpa potongan, Robot Biru berkomitmen akan menyuguhkan bisnis yang sehat tanpa harus potong sana potong sini terlalu besar untuk menutupi modal dan meraup keuntungan.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  11:46 WIB
Aplikasi Robot Biru - Bisnis/Dea Andriyawan
Aplikasi Robot Biru - Bisnis/Dea Andriyawan

Bisnis.com, BANDUNG - Perkembangan super apps yang mampu melayani berbagai jenis transaksi, mulai dari pembayaran layanan sehari-hari semisal pulsa, tiket dan transfer uang hingga penyedia layanan transportasi bahkan marketplace tengah melejit.

Salah satu platform yang tengah merintis menuju ke arah sana adalah platform Robot Biru. Dengan mengusung kemerdekaan tanpa potongan, pengelola berkomitmen akan menyuguhkan bisnis yang sehat tanpa harus potong sana potong sini terlalu besar untuk menutupi modal dan meraup keuntungan.

CEO Edumatic Internasional, Hairul Anas Suaidi, menyebut platform yang tengah di bangunnya tersebut, diproyeksikan menjadi ekosistem bisnis bagi koperasi, yayasan hingga komunitas menjalankan bisnisnya.

Artinya, online shop, mitra driver dan penyedia jasa lainnya akan dikanalisasi dalam satu wadah legal untuk melakukam usaha.

"Jadi kalau merunut, ini yang benar, para pelaku usaha berada di bawah koperasi, sehingga usahanya legal," jelasnya, Selasa (4/8/2020).

Sebagai ganti, selayaknya anggota koperasi, para pelaku usaha, mitra, dan penyedia jasa akan membayar iuran pokok yang nantinya akan kembali kepada anggota koperasi sebagai keuntungan.

"Jadi sistem ini yang benar, kalau ada platform sejenis yang mengaku koperasi, itu udah salah, karena mereka tidak diwadahi dan tidak menjalankan sistem koperasi," jelas dia.

Sehingga para penyedia layanan tidak hanya akan mendapatkan untung dalam setiap transaksi, juga akan mendapatkan bagi hasil dari koperasi yang menaungi mereka.

"Itu nanti mereka sendiri yang akan merasakan manfaatnya," katanya.

Lalu bagaimana Anas menyiasati untuk menjaga arus kas di platformnya?. Anas menjawab, platformnya akan mendapatkan untuk dari iklan serta direct income lainnya.

"Nanti aplikasi ini bisa dapat dari iklan, pengiklan udah ada," jelas dia.

Menurutnya, jika pun harus ada potongan, itu akan dilakukan bagi penyedia layanan yang sudah memiliki transaksi besar, besarnya hanya 5 persen saja. Itupun sangat jauh dari rata-rata potongan yang dilakukan platform serupa yang besarnya bisa mencapai 20 persen.

Bagi Anas dan timnya, dengan menjalankan prinsip koperasi dalam aplikasi Robot Biru akan menjadi penyokong kesejahteraan bersama. Baik penyedia jasa, barang, mitra driver hingga pengguna layanan.

"Jadi fair, apalagi nanti setiap keungungan sudah bisa kita lihat secara real time, dan bisa dicairkan sesegera mungkin, tidak harus menunggu terlalu lama," jelasnya.

Bulan Juli lalu, Robot Biru meluncurkan aplikasi versi 1.0 yang bisa melayani transaksi bayar-bayar seperti belu pulsa, pesan tiket hingga bayar tagihan listrik. Bulan ini kata Anas, Robot Biru versi 2.0 hingga 4.0 bisa dirilis kembali dimana dalam aplikasi tersebut akan ditambahkan fitur belanja online.

"Kita sudah buat hingga versi 10.0 yang artinya semua layanan transaksi bisa dilakukan dalam aplikasi ini," jelasnya.

Yang menarik, platform ini kata Anas, nantinya juga akan menyasar bisnis perhotelan, dimana sistem yang akan dibangun adalah pembayaran secara real time di hari tersebut.

"Biasanya kan di platform yang ada, hotel itu dibayarnya bisa 30 hari kerja bahkan lebih, kalau di Robot Biru itu bisa dilunasi pada hari itu juga, jadi tidak ada yang dirugikan karena hotel pun butuh operasional," jelasnya. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aplikasi StartUp
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top