Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PKM Universitas Widyatama Soroti Pentingnya Digital Marketing dan Sertifikasi Halal UMKM

Pandemi Covid-19 yang terjadi telah memberikan dampak negatif pada sektor UMKM karena para pelaku UMKM mengalami penurunan permintaan pasar.
Ashari Purwo Adi N
Ashari Purwo Adi N - Bisnis.com 30 Juli 2020  |  10:53 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, BANDUNG - Tim Cluster PKM Universitas Widyatama mengadakan pelatihan online PKM berjudul “Digital Marketing dan Sertifikasi Halal Bagi UMKM Binaan Kadin Jawa Barat sebagai Peluang Daya Saing Bisnis pada Situasi Covid 19” pada 27 Juni 2020.

Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama Sekolah Pascasarjana, Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Widyatama dengan Kadin Jawa Barat. Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua Bidang Ristek Kadin Jawa Barat, Hadi S. Cokrodimejo, UMKM Binaan Kadin Jawa Barat, Mahasiswa Pascasarjana serta praktisi lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Bidang Ristek Kadin Jawa Barat, Hadi S. Cokrodimejo memaparkan dalam menghadapi pandemi virus Covid-19, UMKM perlu terus diperkuat.

"UMKM tidak lagi dipandang sebagai alternatif, melainkan sebagai tulang punggung atau pondasi ekonomi negara," paparnya.

Dijelaskannya, ada tiga hal yang harus diperhatikan dan diperbaiki dalam upaya memperkuat UMKM, yaitu finansial, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan inovasi model pemasaran terkini (digital marketing dan Sertifikasi Halal).

Sementara itu, Tim Cluster PKM Universitas Widyatama, Nurul Hermina, Deden Novan Setiawan Nugraha, dan Andhi Sukma memaparkan mengenai 'Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jawa Barat yang memiliki kontribusi dalam pembangunan daerah."

Dijelaskan bahwa perkembangan teknologi saat ini menuntut para pelaku usaha termasuk UMKM perlu beradaptasi untuk menyesuaikan dengan perkembangan tersebut.

Pandemi Covid-19 yang terjadi telah memberikan dampak negatif pula pada sektor UMKM karena para pelaku UMKM mengalami penurunan permintaan pasar.

"Oleh karena itu saat ini dengan terjadi perubahan pola konsumsi masyarakat akibat adanya kebijakan work from home, dari pola belanja konvensional ke pola berbelanja secara online, selain merupakan tantangan sekaligus juga peluang bagi pelaku UMKM dalam memasarkan produknya," papar TIM Cluster PKM Universitas Widyatama.

Ketua Cluster PKM Universitas Widyatama lainnya, Nina Nurani, menjelaskan mengenai pemasaran produk pelaku UMKM wajib memiliki sertifikat halal dalam memasarkan produknya.

Hingga saat ini para pelaku UMKM binaan Kadin di Jawa Barat belum banyak menggunakan perkembangan teknologi, baik dalam pemasaran maupun dalam proses pengajuan sertifikat halal produknya.

Situasi Pandemi Covid-19 berdampak juga dalam pengajuan sertifikasi halal yang ditunjukkan dengan pengurangan pengajuan sertifikasi halal, padahal pasca situasi Pandemi Covid-19 dan memasuki tatanan baru (New Normal) higienes dan produk halal merupakan peluang bagi pelaku UMKM industri halal, terutama industri makanan dan perlengkapan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang merupakan daya saing bisnis.

Diharapkan, dari kegiatan ini ada peningkatan pemahaman peluang sertifikasi halal sebagai sarana daya saing bisnis, pemahaman proses pengajuan sertifikasi halal pada situasi pandemi dengan adaptasi pada sistem CEROL dan penerapan digital marketing, baik pada masa pandemi Covid-19 maupun pada masa New Normal.

Tim Cluster PKM akan menindak lanjuti kegiatan PKM ini berupa pendampingan secara berkelanjutan kepada UMKM mitra binaan Kadin Jawa Barat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top