Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus DBD di Kota Bandung Tertinggi di Jabar

Berdasarkan Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung menjadi daerah dengan tingkat kasus demam berdarah dengue (DBD) tertinggi di provinsi itu.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 18 Juni 2020  |  19:15 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, BANDUNG - Berdasarkan Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung menjadi daerah dengan tingkat kasus demam berdarah dengue (DBD) tertinggi di provinsi itu. 

Berdasarkan data tersebut, sejak awal tahun hingga Mei 2020, setidaknya ada ‎1.748 kasus demam berdarah di Kota Bandung dimana di antaranya sembilan orang merenggut nyawa.

Kabid pencegahan dan pengendalian penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Rosye Arosdiani mengakui jika Kota Bandung memang endemis DBD.

"Kita memang betul tinggi, tapi kalau dibanding dengan tahun lalu, dibulan yang sama sebetulnya belum mencapai ke angka yang sama ditahun lalu (menurun) kalau Kota Bandung kan memang endemis, jadi sepanjang tahun memang tinggi," ujar Rosye, saat dihubungi, Kamis (18/6/2020).

Sementara itu, Rosye mengklaim jika dibandingkan periode yang sama di tahun lalu, jumlah ini sedikit mengalami penurunan. Dimana di tahun lalu dengan periode yang sama terjadi 3.201 kasus dan 11 orang di antaranya meninggal dunia.

"Tapi bukan berarti tidak ada, ini kasusnya cukup tinggi," ucapnya.

Rosye mengatakan, setiap tahun angka kasus DBD di Kota Bandung memang relatif tinggi. Ia menilai, hal tersebut bisa saja dipengaruhi ‎oleh letak geografis Kota Bandung yang memiliki banyak cekungan.

"Di luar itukan, ada tempat yang memungkinkan menjadi perindukan dari nyamuk, yang pasti belum optimal itu jadi bahan evaluasi kita semua," katanya.

Rosye mengaku, di tengah pandemi Covid-19 ini pihaknya tetap melakukan upaya pencegahan dan penanganan maksimal untuk kasus DBD seperti melakukan gerakan satu rumah satu jumantik dan fooging.

"Kalau misalnya untuk pemberantasan sarang nyamuknya, itu adalah strategi utama untuk DBD. Kita memang melakukan penanganan tehadap demam berdarah, jadi kita tidak hanya mengurus Covid-19, jadi tata laksana kita laksanakan seperti biasa," ucapnya.

Pelayanan di puskesmas dan rumah sakit pun, sambung Rosye, tetap berjalan seperti biasa baik saat ada pandemi Covid-19 maupun tidak.

"Petugas kesehatan tetap sama, saat Pandemi atau di luar pandemi, teman-teman puskesmas tetap memberikan pelayanan terhadap semua kasus, termasuk di dalamnya DBD," katanya.‎ (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demam berdarah
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top