Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ketersedian Padi di Sumedang Tetap Terjaga di Tengah Penurunan Luas Lahan Pertanian

Pemerintah Kabupaten Sumedang mengklaim bahwa produksi pertanian di Sumedang tetap meningkat di tengah penurunan luas lahan sawah akibat peralihan fungsi lahan.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 08 Juni 2020  |  16:58 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, BANDUNG – Pemerintah Kabupaten Sumedang mengklaim bahwa produksi pertanian di Sumedang tetap meningkat di tengah penurunan luas lahan sawah akibat peralihan fungsi lahan.

Sekretaris Dinas Pertanian Rudi Suprayogi mengatakan bahwa lahan pesawahan dan potensi pertanian di wilayah Sumedang terus mengalami penurunan setiap tahunnya.

Berdasarkan data Bappeda Sumedang yang terbaru, luas lahan sawah di Sumedang sekitar 31.166,8 hektare, berkurang 250 hektare dibandingkan dengan Agustus 2019 yang mencapai 31.416 hektare.

Pengurangan disebabkan oleh alih fungsi seperti adanya pembangunan Bendungan Jatigede, pembangunan Tol Cisumdawu dan pembangunan sektor lain terutama di wilayah barat Sumedang.

"Wajar adanya pengurangan lahan sawah karena memang ada sejumlah pembangunan," kata Rudi dilansir dari situs resmi Pemkab Sumedang, Senin (8/6).

Meski mengalami penurunan jumlah lahan, kata Rudi, produksi pangan di Sumedang tetap terjaga bahkan tumbuh. Sejumlah inovasi produktivitas yang dilakukan dinas pertanian efektif meningkatkan produksi pada sektor komoditas padi serta sektor pangan lainnya.

"Bahkan dari data hingga pertengahan tahun produksi pangan angkanya malah meningkat 3-4 persen [dibandingkan dengan tahun lalu]. Angka ini didapat dari kompditas padi dan sektor pangan lainnya sepert komoditas palawija, sayuran buah-buahan, tanaman perkebunan," katanya.

Peningkataan kualitas produksi hasil binaan terjadi di wilayah lumbung pangan seperti Darmaraja, Sitiraja, Buahdua, Conggeang dan Sumedang Selatan. Dia mengklaim bahwa produksi padi di wilayah Sumedang saat ini masih surplus.

Hingga Juni 2020, kata dia, dari luas tanam padi dihasilkan sekitar 548.016 ton padi. Dengan asumsi setiap 1 hektar menghasikan 6 ton padi. Alih fungsi lahan sawah dan pertanian belum terbendung karena Sumedang Belum punya Perda tentang lahan pangan berkelanjutan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumedang
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top