Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PSBB Diperpanjang, Mal di Kota Bandung Belum Bisa Beroperasi

Kota Bandung kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang kali ini diterapkan secara proporsional.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 29 Mei 2020  |  20:12 WIB
Konsumen memilih produk pakaian di salah satu gerai pusat perbelanjaan di Bandung, Jawa Barat, Rabu (2/1/2019). - Bisnis/Rachman
Konsumen memilih produk pakaian di salah satu gerai pusat perbelanjaan di Bandung, Jawa Barat, Rabu (2/1/2019). - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, BANDUNG - Kota Bandung kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang kali ini diterapkan secara proporsional.

Artinya, pada PSBB kali ini, tempat ibadah, toko mandiri, perkantoran dan restoran bisa beroperasi dengan catatan hanya bisa diisi oleh 30 persen dari kuota maksimal.

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Oded M Danial menyebut, saat ini hanya empat sektor itu. Namun Oded memastikan, untuk mal-mal di Kota Bandung dan pusat perbelanjaan yang berupa kawasan masih belum diizinkan untuk beroperasi.

"Dalam rapat tadi untuk mal dan pusat perbelanjaan maasih belum, tapi bertahap," jelas Oded dalam konferensi persnya, di Balai Kota Bandung, Jumat (29/5/2020).

Menurutnya, ia memberlakukan relaksasi pada empat sektor tersebut lantaran dinilai memiliki tingkat risiko penularan Covid-19 yang rendah. Sehingga, secara bertahap diberikan kelonggaran untuk beroperasi.

"‎Sementara diperbolehkan 30 persen dari kapasitas maksimal tempat itu," jelas dia.

Namun, Oded menilai, pusat perbelanjaan masih memiliki risiko penularan yang tinggi lantaran berpotensi menimbulkan kerumunan.

Sebelumnya, Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Jawa Barat meminta Pemerintah Kota Bandung untuk memberikan relaksasi terhadap 22 mal di Kota Bandung agar bisa beroperasi.

Dengan diberlakukannya PSBB tahap empat ini mal-mal tersebut dipastikan belum bisa beroperasi sesuai dengan permintaan APPBI Jawa Barat, yakni 30 Mei 2020.

Sementara itu, relaksasi pada sektor keagamaan, menurut Oded tempat ibadah pun juga diberlakukan sama, hanya diperbolehkan diisi oleh 30 persen dari jumlah kapasitas maksimal tempat ibadah.

"Misalkan masjid, itu hanya boleh diisi 30 persen jemaah untuk salat wajib dan Jumatan," ungkap Oded. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top