Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

MUI Jabar Tunggu Detail Relaksasi Keagamaan dari Pemprov

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat masih menunggu kebijakan yang jelas terkait kegiatan keagamaan di masa penerapan new normal atau kenormalan baru dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 29 Mei 2020  |  15:32 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat masih menunggu kebijakan yang jelas terkait kegiatan keagamaan di masa penerapan new normal atau kenormalan baru dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Hingga saat ini, Pemerintah Provinsi belum mengeluarkan aturan khusus terkait pelaksanaan kegiatan keagamaan yang melibatkan masa, seperti tablig akbar. Sejauh ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat baru memberikan relaksasi pada pelaksanaan salat berjamaah di masjid, itupun dengan protokol kesehatan yang ketat dan jumlahnya dibatasi.

"Pertama kita harus melihat saat new normal ini, dibolehkan (oleh pemerintah) atau belum? kalu boleh tetap harus ikuti protokol," ujar Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar saat dihubungi, Jumat (29/5/2020).

Menurutnya kegiatan keagamaan di masjid, seperti tabligh akbar sulit jika diterapkan dengan standar protokol kesehatan yang harus menerapkan physical distancing dan social distancing.

"Cuma kan namanya tabligh akbar nggak mungkin pakai protokol penjarakan itu. Mungkin saya kira bertahaplah, soal kajian-kajian itu. Terbatas dulu di masjid, baru setelah normal murni, kita adakan lagi semeriah mungkin," katanya.

Selain itu, ia meminta masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan saat melaksanakan ibadah salat di masjid yang saat ini sudah direlaksasi oleh Pemerintah. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top