Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Oded Apresiasi Warga Bandung yang tidak Mudik dan Terapkan Protokol Kesehatan

Wali Kota Bandung Sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Oded M Danial mengapresiasi warganya yang mau bersabar untuk tidak mudik dan tidak beraktivitas di luar rumah selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  17:09 WIB
Suasana alun-alun kota Bandung saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/4/2020). ANTARA FOTO - M Agung Rajasa
Suasana alun-alun kota Bandung saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/4/2020). ANTARA FOTO - M Agung Rajasa

Bisnis.com, BANDUNG -- Wali Kota Bandung Sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Oded M Danial mengapresiasi warganya yang mau bersabar untuk tidak mudik dan tidak beraktivitas di luar rumah selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Oded mengaku untuk bersabar tidak melakukan aktivitas seperti biasanya adalah hal yang cukup berat. Terlebih PSBB dilakukan di tengah Ramadan dimana biasanya warga memanfaatkan waktu tersebut untuk mempererat silaturahmi dan ibadah.

Oleh karenanya ia bersyukur masih banyak Warga Bandung yang masih sadar dan mau melakukan physical distancing guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

"Mang Oded sering sampaikan memang saya patut bersyukur kepada Allah SWT saya berterimakasih kepada warga Bandung khususnya terutama Warga Bandung yang sudah sabar mengikuti arahan dan kebijakan Pemerintah Kota Bandung yang mana mereka bersabar diam dirumah dan mengikuti protokol kesehatan, saya ucapkan terimakasih," kata Oded saat ditemui di Bandung, Selasa (26/5/2020).

Meski demikian Oded juga mengaku warga yang masih ngeyel dan belum sadar di Kota Bandung masih banyak. Hal tersebut terbukti dari semakin meningkatnya volume mobilisasi warga di luar rumah.

Selain itu, pada momentum pra lebaran, juga banyak pasar-pasar fesyen ngeyel tetap buka sehingga mengakibatkan banyak warga berbelanja baju lebaran di tengah Pandemi Covid-19.

"Untuk masyarakat yang masih ngeyel saya memohon kepada Warga Bandung untuk bersabar untuk sebuah kesehatan kita bersama dan keselamatan kita bersama," jelas Oded.

Namun, ia menegaskan Pemkot Bandung akan tetap konsisten menjalankan aturan PSBB meskipun hingga kini ia sudah banyak mendapat komplain dari tokoh masyarakat ataupun pengusaha agar PSBB di Kota Bandung dilonggarkan.

"Oleh karena itu ini hal-hal yang harus di tegakan, Alhmdulillah mereka juga menerima walau pun dilapangan ada juga yang ngeyel," jelas Oded.

Sementara itu, Oded bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Bandung akan melakukan evaluasi.

Hal tersebut berkaitan dengan sikap Kota Bandung terhadap Pandemi Covid-19 pasca PSBB berakhir pada 29 Mei 2020 mendatang. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top