Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ayo Patuhi Pemerintah! Jumlah Korban Meninggal COVID-19 di Bandung Jadi 22 Orang

Berdasarkan Data Pantauan COVID-19 Bandung di laman covid19.bandung.go.id jumlah temuannya tiap hari makin bertambah, pada update 6 April 2020 pukul 13.50 WIB, kasus positif mencapai 66 orang, 22 di antaranya meninggal.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 06 April 2020  |  18:29 WIB
Ilustrasi Virus Corona (COVID/19)
Ilustrasi Virus Corona (COVID/19)

Bisnis.com, BANDUNG - Berdasarkan Data Pantauan COVID-19 Bandung di laman covid19.bandung.go.id jumlah temuannya tiap hari makin bertambah, pada update 6 April 2020 pukul 13.50 WIB, kasus positif mencapai 66 orang, 22 di antaranya meninggal.

Karena hal tersebut, masyarakat diimbau untuk waspada pada virus corona dengan memakai masker, cuci tangan, dan pembatasan sosial, serta menghindari kontak fisik.

Kepala UPT Puskesmas Ibrahim Adjie, Adnan Affandy Sofyan mengatakan, saat ini semua orang wajib mengenakan masker, minimal berbahan kain untuk pencegahan penularan COVID-19 ini.

"Ada beberapa jenis masker, untuk masyarakat minimal masker kain. Karena masker medis dan N95 itu saat ini sangat dibutuhkan oleh tenaga medis. Agar tidak terjadi kelangkaan sebaiknya masyarakat umum pakai masker kain," katanya saat ditemui di kantornya, Senin (06/04/2020).

Selain itu, kata Adnan, penerapan physical distancing juga sangat diperlukan pada kehidupan sehari-hari dengan membatasi kontak fisik seperti berjabat tangan dengan keluarga, teman, dan orang-orang lingkungan sekitar rumah.

"Virus corona ini penularannya dengan droplet (cipratan) yang bisa menempel di permukaan benda, bahkan kulit. Sehingga kontak fisik perlu dihindari agar tidak terjadi penularan," ucap Adnan.

Bagi masyarakat yang memang harus ke luar rumah atau tetap bekerja, pencegahan dari kesadaran diri sendiri perlu dilakukan dengan memakai masker, cuci tangan, dan menghindari kontak fisik tersebut.

Adnan pun menjelaskan, cuci tangan yang benar haruslah rutin dan wajib memakai sabun dan air mengalir, tetapi jika tidak bisa mengakses hal tersebut, bisa memakai hand sanitizer.

"Saat keluar baik bekerja atau membeli kebutuhan pokok, hindari kontak fisik dengan orang lain. Bahkan dengan sesama teman kerja. Jika tidak bisa mengakses air mengalir dan sabun, bawalah hand sanitizer," katanya.

Kemudian, ketika pulang ke rumah, Adnan mengatakan, setiap orang bisa saja membawa virus corona atau pun hal lainnya yang menempel pada pakaian yang dikenakan sehingga harus dibuka di luar rumah.

"Buka jaket, sepatu di luar rumah, kemudian masuk ke kamar mandi lepas pakaian dan membersihkan badan dan cuci pakaian yang dikenakan sebelumnya. Karena virus ini bisa hilang dengan sabun dan deterjen," katanya.

Adnan menambahkan, pada kasus COVID-19 ada yang bergejala dan tidak bergejala. Masyarakat perlu tahu penanganan apa yang harus dilakukan terutama jika mengalami gejala berkaitan dengan virus corona.

"Gejala berat akan langsung ditangani atau isolasi di RS (Rumah Sakit), tetapi ada yang tanpa gejala atau gejala ringan dianjurkan isolasi diri di rumah saja. Karena kapasitas RS itu terbatas," katanya. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemkot bandung
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top