Jelajah Segitiga Rebana: Bappeda Jabar Dorong Rebana Masuk KSN

Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya menggolkan rencana agar Pemerintah Pusat memuluskan Segitiga Rebana (Patimban-Kertajati-Cirebon) sebagai kawasan strategis nasional.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 17 Maret 2020  |  17:44 WIB
Jelajah Segitiga Rebana: Bappeda Jabar Dorong Rebana Masuk KSN
Kepala Bappeda Jabar Taufiq BS - Bisnis/Wisnu Wage

Bisnis.com, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya menggolkan rencana agar Pemerintah Pusat memuluskan Segitiga Rebana (Patimban-Kertajati-Cirebon) sebagai kawasan strategis nasional.

Kepala Bappeda Jabar Taufiq BS memastikan jika Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan rencana induk salah satu pusat pertumbuhan di Rebana yakni aetropolis.

“Masterplan untuk aetropolis yang lebih luas dari aerocity, kalau aerocity sekitar 3.400 hektare, aerotropolis 24.000 hektare sekalian,” paparnya, Selasa (17/3/2020).

Pihaknya memastikan Rebana akan dikembangkan pertama kali di kawasan Kertajati, Majalengka. Setelah kota baru di dekat bandara terwujud bergerak ke aerotopolis, kemudian beranjak pada pengembangan di kawasan Patimban, Subang dan Cirebon. “Kertajati pertama lalu Patimban dan Cirebon,” tuturnya.

Rebana sendiri masuk dalam pusat kegiatan nasional (PKN) namun belum masuk ke dalam kawasan strategis nasional (KSN) oleh Pemerintah Pusat. Bappeda menurutnya akan mengajukan agar kawasan tersebut masuk dalam KSN dalam tahapan yang sudah dimulai sejak pertengahan 2019 lalu.

“Supaya penataan ruangnya diatur oleh Pemerintah Pusat, supaya Pusat ikut serta membangun infrastruktur, insentif pajak dan tenaga kerja bersama Pemprov,” ujarnya.

Jika urusan ini sudah tuntas, menurutnya status kawasan ekonomi khusus (KEK) Rebana akan didorong secara paralel. Taufiq mengaku status tata ruang ini menunggu lampu hijau dari pemerintah Pusat, meski saat Menko Perekonomian dijabat Darmin Nasution sudah menyetujui ajuan dari Jawa Barat.

“Menteri keburu diganti, padahal waktu itu Pak Menko sudah setuju Rebana jadi Super KEK,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jelajah Segitiga Rebana

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top