Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jalur Selatan Cianjur Kembali Terputus akibat Longsor Susulan

Jalan Raya Cianjur, Jawa Barat, menuju selatan kembali tertutup longsor tepatnya di Desa Salagedang, Kecamatan Cibeber, sehingga arus lalu lintas sempat terputus selama beberapa jam karena tebal dan tingginya material longsor susulan yang terjadi menjelang siang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Maret 2020  |  14:45 WIB
Jalan Raya Cianjur, Jawa Barat, menuju selatan tepatnya di Kampung Sarogol, Desa Salagedang, Kecamatan Cibeber, kembali tertutup materil longsor susulan setinggi 8 meter dengan panjang 18 meter, sehingga arus lalulintas sempat terputus dan menjelang siang dapat dilalu usatu arah secara bergantian, Kamis (5/3). - Antara
Jalan Raya Cianjur, Jawa Barat, menuju selatan tepatnya di Kampung Sarogol, Desa Salagedang, Kecamatan Cibeber, kembali tertutup materil longsor susulan setinggi 8 meter dengan panjang 18 meter, sehingga arus lalulintas sempat terputus dan menjelang siang dapat dilalu usatu arah secara bergantian, Kamis (5/3). - Antara

Bisnis.com, CIANJUR - Jalan Raya Cianjur, Jawa Barat, menuju selatan kembali tertutup longsor tepatnya di Desa Salagedang, Kecamatan Cibeber, sehingga arus lalu lintas sempat terputus selama beberapa jam karena tebal dan tingginya material longsor susulan yang terjadi menjelang siang.

"Untungnya alat berat masih di siagakan di lokasi, sehingga penanganan dengan cepat dilakukan, sehingga menjelang siang kendaraan sudah dapat kembali melintas meskipun satu arah bergiliran," kata Sekretaris BPBD Cianjur, Irfan Sopyan saat dihubungi Kamis (5/3/2020).

Ia menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Propinsi Jawa Barat, untuk segera memasang tembok penahan tanah dan memasang jaring penahan tanah di sepanjang tebing yang longsor.

Pasalnya, ungkap dia, hingga akhir Maret berdasarkan prediksi BMKG, sebagian besar wilayah Cianjur akan diguyur hujan dengan intensitas tinggi dan lama, sehingga dapat memicu terjadinya bencana alam.

"Sebagian besar wilayah Cianjur, masuk dalam zona merah bencana, sehingga perlu ditingkatkan kewaspadaan dan ekstra hati-hati saat melintas di jalur rawan bencana mulai dari utara hingga selatan," katanya.

Untuk menghindari jalur bencana alam longsor tersebut, pihaknya menganjurkan penguna jalan dengan tujuan selatan Cianjur atau sebaliknya mengunakan jalur alternatif di Kecamatan Cibeber atau sebaliknya dari Kecamatan Campaka, meskipun jarak dan waktu tempuh menjadi lama.

"Hingga saat ini, petugas dan tim dari BPBD Cianjur, masih berupaya membuka kembali jalur tersebut agar dapat dilalui dengan normal dari kedua arah. Alat berat dan dump truk masih berusaha membersihkan material longsor," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cianjur

Sumber : Antara

Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top