Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Niion Rilis Sterling, Gebrak Pasar Fesyen Menengah Atas

Niion, jenama lokal asal Bandung kembali menggebrak pasar fesyen. Setelah sebelumnya meluncurkan produk tas nuansa see through yang memungkinkan si pemilik tas menunjukan dirinya, kini Niion kembali meluncurkan lima artikel bertema "masa depan" yang dinamai Sterling untuk menembus pasar menengah ke atas.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 01 Maret 2020  |  15:48 WIB
Adit Yara (kanan) bersama Rangga Yuzar menunjukkan salah satu artikel Niion Sterling. - Bisnis/Dea Andriyawan
Adit Yara (kanan) bersama Rangga Yuzar menunjukkan salah satu artikel Niion Sterling. - Bisnis/Dea Andriyawan

Bisnis.com, BANDUNG -- Niion, jenama lokal asal Bandung kembali menggebrak pasar fesyen. Setelah sebelumnya meluncurkan produk tas nuansa see through yang memungkinkan si pemilik tas menunjukan dirinya, kini Niion kembali meluncurkan lima artikel bertema "masa depan" yang dinamai Sterling untuk menembus pasar menengah ke atas.

Founder Niion, Adit Yara mengatakan lima artikel Sterling yang diluncurkannya kali ini adalah buah dari keresahan dari banyak pelaku usaha fesyen lokal yang kewalahan dengan pemahaman pasar yang menganggap produk lokal berarti produk murah.

Padahal, produk lokal sangat mampu menembus pasar-pasar menengah ke atas dengan jaminan kualitas dan juga value yang mumpuni.

Lebih jauh Adit menjelaskan, dengan hadirnya Sterling, saat ini Niion mampu masuk di semua segmen, setelah sebelumnya Niion memiliki artikel yang dinamai Basic dan Urban.

"Sterling itu segmen premium dari Niion, mudah-mudahan kita bisa bikin lagi yang luxury," kata Adit.

Adit tetap meyakini produk lokal Indonesia tidak kalah dengan produk-produk buatan negara lain. Hanya saja, ia menitik beratkan produk-produk buatannya memiliki value. Artinya, pasat tidak lagi melihat bagaimana produknya, tapi mau membeli karena brand itu sendiri.

"Paling gampangnya kalau kita lihat produk Jepang, kenapa produk jepang bisa mahal, saya dengan Rangga bahwa lokal Indonesia dengan kualitas, desain dan creating value kita bisa mahal kok," kata dia.

Adit menjelaskan, Niion Sterling ini hadir dengan nuansa futuristik. Dengan dibalut bahan polyester berwarna perak, memungkinkan si pemakai untuk menunjukan dirinya dengan style yang dipakai.

"Sterling itu dibuat untuk orang-orang yang berani," kata Adit.

Bahkan Adit menyebut orang-orang yang sudah memesan Niion Sterling bisa dikatakan orang-orang yang sudah berani tampil dengan gayanya sendiri.

Sementata itu, Co-Founder Niion Rangga Yuzar menyebut proses kreatif hingga lahirnya Niion Sterling memakan waktu hingga delapan bulan.

Rangga menyebut, sebetulnya produk Sterling ini awalnya tidak dijagokan untuk menjadi produk premium Niion. Hanya saja, saat Niion mengikuti acara pameran jenama-jenama kenamaan di Las Vegas, Amerika Serikat, Sterling mampu mencuri perhatian pengunjung yang hadit di stand Niion.

"Padahal kami hanya bawa satu (Niion Sterling), tapi ternyata pasar tertarik dengan produk Niion Sterling," ungkap Rangga.

Sepulang dari Amerika, akhirnya Rangga mulai konsen untuk mematangkan value dari Niion Sterling hingga akhirnya dirilis.

Rangga yang juga mendesign langsung Niion Sterling ini menambahkan sentuhan value "all about futur" dalam produknya. Namun, lebih simpelnya, jika sebelumnya produk Niion see through mengajak pemakainya untuk menunjukan dirinya apa adanya, maka Niion Sterling mengajak pemakainya bisa "bercermin" dalam warna peraknya dan muaranya si pemakai memiliki percaya diri untuk unjuk gigi.

Selain itu, tujuan peluncuran Niion Sterling ini juga merupakan bentuk aksi bahwa produk lokal tidak melulu harus dijual dengan harga murah. Tapi juga bisa menjadi pilihan pasar menengah ke atas.

"Pemahaman pasar harus dirubah, lokal juga bisa dihargai dengan harga mahal," tungkas Rangga. (K34)



Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri kreatif
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top