Sibuk Urus Jabar, Alasan Ridwan Kamil Kalah Populer dari Anies

Minim isu kontroversial mendudukkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebagai kepala daerah kedua paling dikenal dengan persentase 65,8% berdasarkan survei Indo Barometer setelah Anies Baswedan.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 24 Februari 2020  |  11:02 WIB
Sibuk Urus Jabar, Alasan Ridwan Kamil Kalah Populer dari Anies
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (kiri) - Bisnis/Wisnu Wage

Bisnis.com, BANDUNG—Minim isu kontroversial mendudukkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebagai kepala daerah kedua paling dikenal dengan persentase 65,8% berdasarkan survei Indo Barometer setelah Anies Baswedan.

Pengamat hukum dan pemerintahan Universitas Padjadjaran (Unpad) Firman Manan mengatakan tingkat popularitas calon adalah modal penting bila bicara mengenai pemilihan langsung.

Hanya saja, dia menilai, yang terpenting adalah harus didukung oleh popularitas yang positif. Artinya tidak memunculkan sentimen yang negatif dari isu-isu kontroversial.

"Tidak ada sebetulnya hal-hal yang kontroversial dari Kang Emil (Ridwan Kamil). Kalau saya melihat memang sejauh ini kang Emil kan lebih fokus untuk membereskan Jabar kan," katanya di Bandung, Senin (24/2/2020).

Hal ini berbeda dengan isu yang merundung Gubernur DKI Anies Baswedan. Meskipun dalam survei secara elektabilitas dan popularitas tertinggi, namun ini didorong munculnya berbagai isu-isu kontroversial.

"Beda dengan kasus Jakarta misalkan degan Pak Anies seperti kasus banjir, walaupun Jabar pun ada tapi tidak yang se-masif di DKI. Terlebih kita tahu DKI magnet politiknya sangat kuat, jadi isu nasional itu bersentuhan betul," katanya.

Dalam survei Indobarometer elektabilitas Anies Baswedan di angka 31,7% sedangkan dalam tingkat pengenalan di angka 91,7%. Menurut Firman, bukan tak mungkin posisinya akan tersalip oleh kepala daerah lainnya bilamana yang muncul selalu isu kontroversial.

"Bisa saja pak Anies Baswedan lebih populer dan elektabilitas-nya menjadi tinggi tetapi kalau terlalu banyak isu kontroversial bukan tidak mungkin dari waktu ke waktu bisa menurunkan elektabilitas," paparnya.

Menurutnya survei merupakan hasil dari opini publik. Sedangkan responden tersebut dipilih secara random, termasuk orang yang awam.

"Nah biasanya memang figur-figur yang terekspos oleh media itu yang kemudian masuk dalam radar orang-orang yang ditanya (responden) itu," katanya.

Terkait Ridwan Kamil, Firman menilai, sejauh ini hanya lebih rendah dalam hal coverege dari media mainstream, khususnya mengenai isu nasional. Hal tersebut berbeda dengan kepala daerah lainnya, walaupun tak jarang isu pemberitaan mereka tak selamanya positif.

Namun bicara media sosial, Ridwan Kamil boleh dibilang unggul dari gubernur lainnya, sebut saja Anies Baswedan, Khofifah Indar Parawansa, Ganjar Pranowo maupun Tri Rismaharini. Hal itu terukur dari jumlah pengikut pada media sosial Ridwan Kamil seperti akun instagram juga twitter.

"Sudah lumayan kalau kita bicara konteks nasional di (capres) 2024, ya bagaimanapun kang Emil disebut-sebut sebagai salah satu kandidat," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ridwan kamil

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


Top