Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Disdagin Kota Bandung Curigai Ada Spekulan Bawang Putih

Pemerintah Kota Bandung mencurigai adanya spekulan bawang putih yang memanfaatkan momentum penyebaran virus corona dengan menimbun bawang putih sehingga mengakibatkan harga bawang putih di Kota Bandung meroket hingga 100%.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  15:45 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, BANDUNG -- Pemerintah Kota Bandung mencurigai adanya spekulan bawang putih yang memanfaatkan momentum penyebaran virus corona dengan menimbun bawang putih sehingga mengakibatkan harga bawang putih di Kota Bandung meroket hingga 100%.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung Elly Wasliah menuturkan indikasi tersebut didapat usai pihaknya melakukan cek harga pangan di enam pasar yang dijadikan titik pantau di Kota Bandung. Enam pasar tersebut yakni Pasar Sederhana, Pasar Kiaracondong, Pasar Kosambi, Pasar Baru, Pasar Cihaurgeulis, Pasar Anyar dan Pasar Ujungberung.

Untuk itu ia akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terkait dugaan ini. Sebelum itu, ia mengaku timnya masih terus mencari informasi terkait stok bawang putih di Kota Bandung.

"Kita akan melakukan cek ke suplayer terkait stok bawang putih, kalau misalkan stok aman sebetulnya tidak harus ada kenaikan harga, berarti ada mata rantai yang memanfaatkan momen virus corona, ini kita akan laporkan ke Satgas pangan kalau ada yang menimbun," ungkap Elly saat dihubungi di Kota Bandung, Selasa (11/2/2020).

Pasalnya, ia menduga pasokan bawang putih di Kota Bandung masih bisa terpenuhi untuk dua bulan mendatang. Namun harga bawang putih di Kota Bandung sudah melonjak hingga 100% dari Rp30.000 menjadi Rp60.000/kg dalam sepekan ini.

"(Kenaikan harga bawang putih) ini di luar kewajaran, kita monitor setiap Kamis ke lapangan ke pasar tradisional dan modern, kita ada keanehan, kenapa dalam satu minggu naiknya tinggi," ungkapnya.

Meski demikian, ia mengakui kenaikan bawang putih ini disebabkan oleh wacana dari Pemerintah Pusat yang akan menyetop impor pangan dari China. Namun hingga kini nyatanya Pemerintah Pusat masih mengimpor pangan dan hanya menyetop impor hewan hidup dari China.

"Padahal impor dari China masih berjalan, makanan tidak, yang diberhentikan sama sekali adalah hewan hidup yang dikhawatirkan menularkan virus corona, bawang putih tidak perlu dikhawatirkan," jelas dia.

Oleh karenanya, jika pihaknya menemukan adanya spekulan yang memanfaatkan momentum virus corona untuk mendulang rupiah dari menimbun bawang putih, ia akan segera melaporkan kepada Satgas pangan.

"Tapi kalau memang stok mulai menipis, kalau harga tidak turun, upaya terakhir Pemkot akan melakukan OPM (Operasi Pasar Murah) dengan Bulog Subdivre Bandung dengan Disperindag Jawa barat," jelas dia. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bawang Putih
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top