Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BUMD PT Agronesia, Dulu Rugi Kini Untung

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Jawa Barat, PT Agronesia mencatatkan kinerja cemerlang sepanjang 2019 ini dengan membukukan lompatan keuntungan setelah membenahi dua lini bisnis utama.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 17 Desember 2019  |  16:07 WIB
BUMD PT Agronesia, Dulu Rugi Kini Untung
Direktur Utama PT Agronesia Bogi Soedjatmiko
Bagikan

Bisnis.com,BANDUNG—Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Jawa Barat, PT Agronesia mencatatkan kinerja cemerlang sepanjang 2019 ini dengan membukukan lompatan keuntungan setelah membenahi dua lini bisnis utama.

Direktur Utama PT Agronesia Bogi Soedjatmiko mengatakan kinerja positif lahir usai pihaknya melakukan pembenahan total pada lini usaha dan sektor SDM. Bogi yang menjabat baru pada Februari 2018 lalu mengaku diwariskan banyak persoalan di BUMD tersebut.

“Ada urusan pesangon, tunggakan BPJS, demo karyawan. Tapi masa-masa itu sudah lewat,” ujarnya kepada Bisnis di Bandung, Selasa (17/12/2019).

Menurutnya pada Juni 2019 kinerja perusahaan sudah mencatatkan hasil positif hasil 1,5 tahun pihaknya membenahi internal dan mempertajam dua penopang utama bisnis Agronesia: Inkaba dan Pabrik Es Saripetojo. “Sekarang tiap bulan kami surplus Rp150 juta-Rp200 juta hasil kerja 1,5 tahun,” katanya.

Bogi mengaku membenahi Inkaba yang bergerak dalam bidang usaha pabrik karet bukan perkara mudah. Pihaknya terpaksa memberhentikan seluruh staf Inkaba yang berjumlah 106 orang karena perusahaan tidak mampu membayar gaji selama 4 bulan. “Cashflow nggak ada, karyawan mogok kerja, repotlah. Jadi tutup selama dua bulan,” ujarnya.

Inkaba ditutup sejak Agustus-September 2018. Kemudian, begitu dibuka kembali Bogi mencatat perusahaan tersebut sudah surplus pada Oktober dengan mengandalkan 29 orang karyawan baru. “Intinya over staff, 106 orang saya lay off semua, hanya pertahankan 5 orang manajer, rekrut lagi 29 orang,” katanya.

Menurutnya kinerja Inkaba langsung moncer meski hanya ditukangi sedikit karyawan. Pabrik karet warisan Belanda ini sepanjang November 2019 mencatat surplus Rp1,8 miliar dari kondisi sebelumnya yang minus hampir Rp7,5 miliar. “Strateginya customer focus, kita punya kostumer yang loyal karena mutu kita bagus, mereka tahu kita tutup, tapi walau kita delay mereka tetap minta ke kita,” tuturnya.

Inkaba sendiri menurutnya memiliki pelanggan setia antara lain PT Freeport, Pelindo dan sejumlah perusahaan tambang yang dari sisi permintaan stabil. “Kita focus kesitu saja yang memang order ke kitanya itu steady. Jadi menghemat biaya pemasaran dan macam-macam, karena produk kita customize kita tidak perlu menyiapkan cetakan baru,” paparnya.

Pihaknya juga hanya fokus menggarap produk yang memang diminta oleh kostumer agar perusahaan tetap efisien meski Inkaba bisa memproduksi berbagai produk karet.

Hal yang sama dilakukan pada Saripetojo yang memproduksi es balok dengan memperbaiki proses bisnis. Meski usaha ini bagus dan minim saingan, namun selama ini keuntungan yang didapat habis untuk biaya distribusi.

“Kesalahan kita pada waktu itu [dulu] ingin melakukan semua hal, kita produksi, distribusi, ritel. Distribusi ini yang menggerogoti, jadi kurangi distribusi. Sekarang kita stop, kalau ada yang mau kostumer langsung datang sendiri, ada rantai yang kita potong jadi lebih efisien,” katanya.

Dengan strategi ini, Saripetojo menurutnya mencatat lompatan keuntungan sampai 2,5 kali lipat dari sebelumnya hanya Rp400 juta per tahun menjadi Rp1 miliar per tahun. Padahal, menurutnya pendapatan lini usaha ini tetap sama di Rp9 miliar, namun keuntungan yang masuk jauh melebihi kinerja tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya saat ini produksi es Saripetojo sudah sulit memenuhi permintaan. Dia mencatat pabrik es yang berdiri tahun 1930 tersebut produksinya mencapai 1500 balok/hari, Maret 2020 pihaknya berencana menambah 600 balok/hari. “Jadi pertengahan tahun depan itu targetnya 1800 balok/hari. Es itu meski kapasitasnya 1800, tapi yang kita ambil 70%-nya,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov jabar
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top