Bea Cukai Jawa Barat Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp3,2 Miliar

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Jawa Barat memusnahkan puluhan ton pakaian bekas dan ribuan botol minuman keras ilegal dengan sistem coprocessing yang dinilai lebih ramah lingkungan.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 11 Desember 2019  |  13:35 WIB
Bea Cukai Jawa Barat Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp3,2 Miliar
Ribuan botol minuman keras ilegal yang disita Bea Cukai Jabar - Bisnis/Wisnu Wage

Bisnis.com, BANDUNG--Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Jawa Barat memusnahkan puluhan ton pakaian bekas dan ribuan botol minuman keras ilegal dengan sistem coprocessing yang dinilai lebih ramah lingkungan.

Kepala Kanwil DJBC Jawa Barat Syaipulah Nasution mengatakan pihaknya menggelar pemusnahan di dua lokasi, pertama di kantor Kanwil dan satu lagi di PT SBI di Gunung Geulis, Bogor. Menurutnya barang yang dimusnahkan adalah pakaian Bekas sebanyak 483 Ball atau seberat 45,7 ton dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp 1 miliar.

Lalu minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) sebanyak 3.558 botol dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp 2 miliar.
Hasil Tembakau berupa Tembakau Iris (TIS) sebanyak 103.885 gram, perkiraan nilai barang Rp 10 juta. Lalu, Hasil Tembakau berupa Sigaret dan Cerutu sebanyak 54.636 batang, perkiraan nilai barang Rp 73 juta.

"Selain itu, ada hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) berupa e-liquid vape sebanyak 253 botol dengan perkiraan nilai barang Rp 37 juta. KeseIuruhan nilai barang adalah sebesar Rp 3.2 miliar dengan perkiraan nilai cukai yang tidak terpungut oleh negara adalah sebesar Rp 1.5 miliar," katanya di Bandung, Rabu (11/12/2019).

Selain tidak memenuhi ijin, barang barang tersebut dianggap bisa menimbulkan dampak negatif pada kesehatan masyarakat. Semisal pakaian bekas telah dilarang berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 51/M-DAG/PER/7/2015 tentang Larangan Impor Pakaian Bekas.

"Yang dimusnahkan ini barang yang diselesaikan proses administrasi. Semua barang ini hasil operasi di tempat hiburan malam, toko, itu cukainya palsu" pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bea Cukai

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top