Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pendaftar CPNS Kota Bandung Tahun 2019 Menurun

Jumlah pendaftar pada seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kota Bandung menurun dibanding tahun lalu. Tahun lalu tercatat jumlah pendaftar mencapai 19.000-20.000, namun tahun ini hanya 14.026 pendaftar.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 29 November 2019  |  14:21 WIB
CPNS2019 - sscn.bkn.go.id
CPNS2019 - sscn.bkn.go.id

Bisnis.com, BANDUNG — Jumlah pendaftar pada seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kota Bandung menurun dibanding tahun lalu. Tahun lalu tercatat jumlah pendaftar mencapai 19.000-20.000, namun tahun ini hanya 14.026 pendaftar.

"Ya, tahun ini sangat turun (pelamar)," ujar Sekretaris Seleksi CPNS 2019 Kota Bandung, Rachmat Satiadi, Jumat (29/11).

Dia mengungkapkan, pendaftaran tahapan seleksi CPNS di Kota Bandung resmi ditutup pada Selasa (26/11). Dari jumlah 14.026 pelamar yang mendaftar menurutnya hanya 11.361 pelamar yang menyerahkan berkas atau submit untuk mengikuti tahapan lanjutan.

Berdasarkan hasil verifikasi, dari 11.361 pelamar itu, sekitar 3.842 berkas dinyatakan memenuhi syarat. Sementara 2.882 berkas pelamar lainnya tidak memenuhi syarat dan sisanya, 4.637 berkas pelamar belum diverifikasi.

Berdasarkan data yang dimiliki, formasi yang banyak disubmit oleh pelamar yakni guru sebanyak 1.063 pelamar dari kuota 331 formasi. Guru pendidikan jasmani olahraga kesenian sebanyak 381 pelamar dari kuota 99 formasi.

Kemudian untuk bidan ada sebanyak 1.240 pelamar dari kebutuhan 19 orang dan perawat sebanyak 1.206 pelamar dari kuota 41 orang. Selain itu, formasi paramedik veteriner dari satu formasi diminati oleh 2.437 orang.

Sementara untuk guru TIK tidak ada yang melamar dari kebutuhan 2 formasi dan guru prakarya hanya 9 pelamar. Selanjutnya, kata dia, formasi dokter spesialis jantung orang dan dokter penyakit dalam tidak ada yang memasukan lamaran.

Ia menilai, penurunan angka pelamar pada CPNS tahun ini diakibatkan oleh tingginya nilai passing grade di Kota Bandung dibanding daerah lain. Sehingga, kata dia, para pelamar memilih untuk mendaftar di daerah lain. ‎Terlebih, pada seleksi saat ini terdapat persyaratan TOEFL yang tidak ada pada tahun kemarin.

"Persyaratan IPK juga mempengaruhi, sekarang minimal 2.75. Tahun lalu tidak ada. Selain itu, masalah akreditasi (persyaratan) kampus dan program studi," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Bandung Yayan Ahmad Brilyana menambahkan persyaratan TOEFL dan IPK minimal 2.75 merupakan muatan lokal pemerintah Kota Bandung yang dipakai pada seleksi CPNS 2019.

"Mulok di Kota Bandung itu TOEFL hanya 400 dan IPK (2.75), itu diperbolehkan," ujarnya.

Menurutnya, persyaratan TOEFL ini dimasukan pada persyaratan pendaftaran CPNS di Kota Bandung agar para aparatur sipil negara (ASN) menguasai bahasa dan menjadi ASN yang berkualitas.

"Muatan lokal itu ada toefl ada wawancara. (Kita) tidak ada muatan itu (wawancara) takut subjektif. Kalau toefl sudah umum (persyaratan)," ujarnya. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemkot bandung
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top