Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PD Pasar Kebut Perbaikan Pasar Kosambi

PD Pasar Bermartabat Kota Bandung terus mengerjakan perbaikan semi basemen Pasar Kosambi. Targetnya, basemen sudah bisa digunakan para pedagang pada Desember mendatang.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 28 November 2019  |  19:41 WIB
Direktur Operasional dan Komersil PD Pasar Bermartabat, Panca Saktiadi - Bisnis/Dea Andriyawan
Direktur Operasional dan Komersil PD Pasar Bermartabat, Panca Saktiadi - Bisnis/Dea Andriyawan

Bisnis.com, BANDUNG — PD Pasar Bermartabat Kota Bandung terus mengerjakan perbaikan semi basemen Pasar Kosambi. Targetnya, basemen sudah bisa digunakan para pedagang pada Desember mendatang.

“Kita sosialisasi kepedagang dan ada yang sudah siap untuk pindah ke area semi basemen. Untuk pembagian lapak kepada pedagang ini sesuai dengan zonasi. Jadi ada zonasi basah dan kering dan kuliner. Kita bagi semua di arena sudah disediakan,” ujar Direktur Operasional dan Komersil PD Pasar Bermartabat, Panca Saktiadi, Kamis (28/11).

Panca juga optimis, basemen Pasar Kosambi bisa menampung sejumlah Pedagang kaki Lima (PKL). Namun pedagang lama tetap menjadi prioritas untuk masuk ke basemen Pasar Kosambi. Saat ini ada 536 ruang dagang.

“Kami sudah menyosialisasikan kepada para PKL. Menurut catatan, ruang dagang cukup tersedia. Sehingga kalau mereka sudah masuk ke Kosambi sudah bukan PKL lagi,” jelasnya.

Tak hanya ruang dagang, Panca juga menyebut Pasar Kosambi memiliki area pameran di area terbuka.

“Sekarang ada area pamerannya juga ada area terbuka, tidak terlalu pengap. Nanti dari depan itu bukan hanya satu tangga, tapi ada beberapa tangga sampai ke basemen. Untuk saat ini masih dalam proses,” paparnya..

Terkait sewa lapak, Panca menjelaskan PD Pasar Bermartabat dan Bank Bandung sebagai BUMD akan mempermudah dalam hal biaya. Jika pedagang membutuhkan dana bisa meminta bantuan Bank Bandung.

“Antara kios dan meja pasti beda (harganya). Apalagi yang tempatnya di hook (sudut). Kalau meja itu kisaran Rp5 juta termasuk biaya retribusi per tahun. Misalkan anggap saja harganya Rp6 juta per tahun, dibagi 12 bulan, itu Rp500.000, lalu dibagi 30 hari, ya sekitar Rp15.000 per harinya. Itu cukup ringan. Kalau dia (pedagang) jualan daging sekilonya Rp100.000an, jadi dari hasli berjualan insyaallah bisa,” katanya. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemkot bandung
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top