PT KAI Siap Sambut Bonus Demografi

Sejak pertengahan tahun 2017 lalu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah merilis artikel berjudul “Generasi Emas 2045: "Harta Karun" Itu Bernama Bonus Demografi” untuk memacu semangat dan mengantisipasi Indonesia agar siap menyambut “Generasi Emas”. 
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 25 Oktober 2019  |  16:17 WIB
PT KAI Siap Sambut Bonus Demografi
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, BANDUNG — Sejak pertengahan tahun 2017 lalu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah merilis artikel berjudul “Generasi Emas 2045: "Harta Karun" Itu Bernama Bonus Demografi” untuk memacu semangat dan mengantisipasi Indonesia agar siap menyambut “Generasi Emas”. 

Mereka inilah yang nantinya akan menjadi para pemimpin di masa mendatang. Maka, istilah “Bonus Demografi” pun menjadi pembicaraan marak yang belakangan mengundang pemerintah, berbagai institusi dan praktisi mulai mencurahkan pemikiran agar generasi ini benar-benar tidak terlewat sia-sia dan berimbas besar pada pembangunan bangsa. 

Disebut bonus karena pada saat itu, 70% dari penduduk Indonesia berada dalam rentang usia produktif, yang tentunya diharapkan berdampak besar bagi pembangunan bangsa.

Menyadari hal tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai BUMN yang berkomitmen membawa inovasi dalam perkeretaapian sudah menetapkan langkah-langkah pengembangan. KAI pun menyadari bahwa para generasi muda memang mulai menunjukkan taringnya baik dari sisi jumlah maupun kualitas. Per 30 September 2019, jumlah pegawai millenial KAI sebanyak 17.127 orang atau 60,11 % dari jumlah total pegawai sebanyak 28.492.

“Berbagai upaya KAI untuk mempersiapkan SDM yang unggul diharapkan berkontribusi besar dalam memajukan perkeretaapian nasional. Majunya perkeretaapian akan memberikan sumbangsih besar bagi kemajuan bangsa,” kata Dirut KAI, Edi Sukmoro, Jumat (25/10).

Menyambut perubahan dan memaksimalkan SDM-nya, KAI bahkan sudah menyiapkan generasi mudanya melalui berbagai pendidikan dan pelatihan, benchmarking, memberikan ruang untuk berinovasi lewat berbagai ajang, serta membentuk wadah-wadah internal seperti Knowledge Cafe untuk mengembangkan gagasan para SDM-nya.

KAI terus memperkuat pendidikan dan pelatihan (diklat) kepada seluruh SDM, baik bidang operasional, pelayanan, keuangan, dan bidang-bidang lainnya. Pusat Pendidikan dan Pelatihan KAI menggodok berbagai program diklat mulai yang paling mendasar hingga tingkat lanjutan untuk mewujudkan SDM unggul. Bahkan, KAI pun melaksanakan diklat maupun benchmarking ke luar negeri. Total ada sekitar 301 diklat yang diberikan kepada SDM di KAI menyesuaikan dengan kompetensi, kebutuhan, dan goals yang ingin dicapai.

Sedangkan diklat atau benchmarking ke luar negeri berupa Safety Training di Australia, Light Rail Transit (LRT) Training di Singapura, Hospitality Training di Prancis, Track Access Charges (TAC) Summit di Italia, dan Asset Management Program di Italia. Ada juga benchmarking melihat dan merasakan kemajuan perkeretaapian ke Tiongkok.

Setelah memberikan pembekalan ilmu, keterampilan, dan peningkatan kompetensi, tentu kualitas kerja SDM pun harus selalu di-maintain dan dipantau dengan baik. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan memberikan ruang dan kesempatan bagi SDM KAI untuk berinovasi dan berkarya melalui program Innovation and Improvement Award (IIA).

KAI juga menyiapkan Duta Budaya Perusahaan sebagai agen perubahan yang disebut dengan Change Agent KAI. Change Agent KAI bertujuan untuk mengimplementasikan nilai-nilai yang dianut oleh perusahaan sehingga terintegrasi dan tercermin dalam setiap kegiatan Perusahaan serta perilaku setiap pekerja. Termasuk nilai inovasi dan transformasi untuk memberikan pelayanan dan manfaat besar bagi masyarakat.

Seorang Change Agent KAI haruslah kreatif, aktif, disiplin, dapat menjadi role model, dapat mensosialisasikan visi, misi, strategi, serta program-program perusahaan, menggali informasi terhadap kebijakan perusahaan, berkomitmen untuk belajar dan terhadap budaya perusahaan. Jumlah Change Agent KAI sampai dengan 2019 adalah sebanyak 116 orang

Tugas utama Change Agent KAI adalah mengingatkan para pekerja pada kebijakan perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung sesuai ketentuan perusahaan; melakukan sosialisasi nilai-nilai dan kebijakan perusahaan kepada pekerja; menjadi role model budaya perusahaan.

Sebagai bekal dalam menjalankan tugasnya, Change Agent KAI diberi pembinaan, pendidikan dan pelatihan. Beberapa diantaranya yakni Pembinaan Values dan kebijakan Perusahaan; Diklat Change Agent; Pelatihan Memahami Tipologi/Karakter; Pelatihan Membangun Karakter; Pelatihan Communication Skill; Workshop Content Creator dan Memanfaatkan Social Media, dan lainnya.                                                                                                                                                      

“KAI ingin membentuk generasi mudanya sebagai sosok yang tidak hanya berdampak baik bagi perusahaan tapi juga membawa manfaat lebih bagi lingkungannya masing-masing. Jadi, tidak hanya berhubungan dengan dampak bisnis, tapi juga dampak sosial,” tambah Dirut KAI, Edi Sukmoro.

Oleh karena itu, para Change Agent KAI selalu diberikan motivasi untuk dapat memberdayakan segala potensi yang mereka miliki untuk kebaikan perusahaan khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. 

Salah satu potensi besar yang dimiliki oleh para Change Agent KAI adalah melalui media sosial yang mereka miliki. Dengan ratusan bahkan ribuan follower di akun social medianya, para Change Agent ini dapat menjangkau masyarakat untuk menyosialisasikan kebijakan perusahaan seperti aturan berlalu lintas di pelintasan sebidang, aturan dilarang merokok di kereta, sosialisai tentang program rekrutmen pegawai, imbauan agar masyarakat berhati-hati terhadap rekrutmen palsu, dan lain sebagainya. 

Dengan kekuatan media sosial jugalah mereka berinisiatif memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Banyaknya follower yang dimiliki oleh akun social media dari Change Agent ini membuat mereka juga menjadi garda depan KAI dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat terkait perkeretaapian.

Selain itu, para Change Agent KAI juga didorong untuk berpartisipasi aktif dalam pengabdian untuk masyarakat, mewakili perusahaan dalam kegiatan-kegiatan sosial. 

Salah satu kegiatan yang tengah dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2019 ini adalah KAI Mengajar di Cikajang-Garut, Jawa Barat. 

Para Change Agent KAI terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat untuk mengajar di sekolah-sekolah, memberikan wawasan perkeretaapian dan memberikan donasi buku pelajaran, alat tulis, dan buku bacaan untuk memotivasi anak-anak daerah agar makin giat belajar.

Sebagaimana karakteristik milenial pada umumnya, generasi muda KAI juga memiki ketertarikan dalam kemajuan teknologi, bekerja serba praktis, dan fleksibel. Namun, generasi muda KAI juga sangat peduli dengan issue, pengembangan perusahaan, dan perkeretaapian. 

Hal ini pun difasilitasi dengan seringnya diadakan berbagai kegiatan seperti diskusi dengan Top Level Management KAI mengenai visi, misi, strategi, serta program-program perusahaan yang dikemas dengan tema yang menarik. Untuk memperluas jaringan dan wawasan, generasi muda KAI juga kerap mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian BUMN dan BUMN.

Para Change Agent KAI sendiri menemukan berbagai manfaat yang mengubah cara pandang mereka akan dunia kerja dan kehidupan sosial. 

“Ketertarikan saya menjadi Change Agent karena membuka peluang untuk mengenal identitas perusahaan lebih detail dan jelas. Sehingga membuka peluang untuk saya dapat lebih berkembang. Saya mendapat berbagai kesempatan yang tak ternilai, baik ilmu, pengetahuan, wawasan, dan jaringan. Saya menjadi lebih peka terhadap rekan kerja, lingkungan pekerjaan yang lebih luas, dan kehidupan sosial,” kata Sabarian Nugraha, Kondektur Daop 2 Bandung yang merupakan Change Agent KAI. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pt kai

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top