Bahlil Kepala BKPM, HIPMI Jabar Berharap Kemudahan untuk Pengusaha Muda

Ketua BPD HIPMI Jawa Barat Jodi Janitra menilai Bahlil memiliki segudang pengalaman sebagai pengusaha sehingga paham akan kebutuhan dan kendala yang dialami para pengusaha muda.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 24 Oktober 2019  |  10:28 WIB

Bisnis.com, BANDUNG — Dipilihnya Bahlil Lahadalia oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) periode 2019-2024 membawa angin segar bagi pengusaha muda di Jawa Barat.

Ketua BPD HIPMI Jawa Barat Jodi Janitra menilai Bahlil memiliki segudang pengalaman sebagai pengusaha sehingga paham akan kebutuhan dan kendala yang dialami para pengusaha muda. Terlebih, Bahlil merupakan Ketua Umum BPP HIPMI periode 2015–2019.

Selain itu, Bahlil juga dikenal sebagai pengusaha tangguh dan sukses dari wilayah timur yang merangkak dari nol hingga bisa berkiprah di etalase nasional.

"Beliau sudah sangat paham seluk-beluk dan dinamika dalam dunia wirausaha. Karena itu, kami pengusaha muda sangat berharap Bahlil agar mampu menciptakan iklim yang lebih kondusif bagi pengusaha muda," kata Jodi di Bandung, Kamis (24/10).

Jodi berharap BKPM sebagai salah satu leading sektor wirausaha bisa menunjukkan keberpihakannya terhadap pengusaha muda. Salah satu tugas pokok BKPM yakni menyediakan karpet merah bagi para investor melalui beragam kemudahan dan menghilangkan regulasi yang tumpang tinding yang menghambat dunia usaha.

Potensi pengusaha muda khususnya di Jawa Barat kata Jodi memiliki banyak keunggulan. Baik soal kreatifitas, penguasaan teknologi juga energi yang besar. Namun ia menyadari semua itu masih membutuhkan dukungan dari pemerintah juga para senior pengusaha.

Tangan dingin Bahlil, kata dia, diharapkan mampu menyinergikan pengusaha muda dan senior sehingga tercipta pertumbuhan bisnis yang saling beriringan.

Selain itu, lanjut Jodi, pengusaha muda berharap bisa berkolaborasi dengan investor asing sebagai upaya membuka jalan menuju pasar global yang lebih luas.

"Kehadiran Bahlil akan memudahkan Presiden Jokowi yang saat Munas HIPMI menyatakan ingin memunculkan konglomerat-konglomerat (pengusaha besar) baru skala internasional," kata dia.

Menurut Jodi, jumlah pengusaha di Indonesia memang terus terus bertambah meski pertumbuhannya masih belum optimal. Catatan BPS, jumlah wirausaha di Indonesia naik dari 1,56% pada 2014 menjadi 3,1% pada 2016.

Pertumbuhan pengusaha baru, kata dia, sangat penting dan memiliki dampak positif terhadap perekonomian negara, karena akan ikut menciptakan lapangan pekerjaan dan daya konsumsi.

"Idealnya, jumlah pengusaha Indonesia mencapai 5% dari jumlah penduduk. Jika jumlah pengusaha meningkat maka nilai investasi pun akan meningkat," katanya. (K34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hipmi, bkpm

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top