Bos Alita Grup Menerima Penghargaan Presiden di Hari Bhakti Postel

Komisaris Utama sekaligus pemilik PT Alita Praya Mitra Ita Yuliati menerima penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI pada peringatan Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi ke-74 di Bandung, Jawa Barat, Jumat (27/09/2019).
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 27 September 2019  |  13:33 WIB
Bos Alita Grup Menerima Penghargaan Presiden di Hari Bhakti Postel
Ita Yuliati, yang sebelumnya merupakan karyawan PT INTI, mendirikan PT Alita Praya Mitra pada 1995 yang awalnya hanya bergerak sebagai kontraktor base transceiver station (BTS). - Bisnis/Hadijah Alaydrus

Bisnis.com, BANDUNG-- Komisaris Utama sekaligus pemilik PT Alita Praya Mitra Ita Yuliati menerima penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI pada peringatan Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi ke-74 di Bandung, Jawa Barat, Jumat (27/09/2019).

Penghargaan ini diberikan langsung oleh Sekjen Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Niken Widiastuti, mewakili Menteri Kominfo Rudiantara yang berhalangan hadir.

Satyalancana diberikan kepada Ita Yuliati atas kontribusinya di bidang telekomunikasi, yaitu pelopor di bidang automatic fare collection di Trans Jakarta, KAI commuterline, ASDP Indonesia Ferry, jalan bebas hambatan dan pembangunan telekomunikasi fiber optic sepanjang 4.000 km dengan fokus di sisi backbone melalui lisensi jaringan tertutup untuk konektivitas operator.

Ita mengungkapkan perusahaan pertama kali mengembangkan automatic fare collection (AFC) pada 2005 bersama Trans Jakarta.

Kemudian, sistem AFC tersebut berkembang dan digunakan oleh layanan tiket di jalan bebas hambatan, KAI hingga ASDP.

"Alita adalah pioneer dalam fare collection pada 2005 saat Trans Jakarta pertama kali beroperasi," ujar Ita selepas upacara peringatan Hari Bhakti Pos di Gedung PT Pos Indonesia (Persero), Jumat (27/09/2019).

Bahkan, Alita menyiapkan vending machine dan tapping machine di stasiun commuterline Jabodetabek milik PT KAI.

Di dalam pembangunan fiber optic, Alita mendapatkan lisensi pada 2009. Ita memaparkan perusahaan saat itu telah melihat arah perkembangan teknologi yang akan semakin pesat ke depannya.

"Waktu itu kami melihat bandwith tidak akan cukup hanya dengan micro wave lewat transmisi, makanya harus lewat fiber optic," ungkap Ita.

Pertama kali, pembangunan fiber optic Cikarang-Jakarta tidak mudah. Bukan hanya dari pendanaan yang mahal, Ita menuturkan perusahaan waktu itu harus mencari tenant.

Menurutnya, jaringan fiber optic Cikarang-Jakarta hampir ditutup oleh Kominfo. Namun, dia mengaku perusahaan terus mempertahankan jaringan tersebut.

Alita akhirnya mampu mengembangkan jaringan fiber optic. Bahkan, perusahaan kemudian membangun jaringan fiber optic di Manado, Sulawesi Utara.

"Kenapa Manado, karena Alita melihat Manado akan menjadi hub di Indonesia timur," ujarnya.

Kini, Alita akan mengandeng partner besar untuk mewujudkan proyek fiber optic sepanjang 20.000 km.

Ita enggan membeberkan kliennya. Namun, dia memperkirakan proyek tersebut dapat berjalan pada tahun ini jika semua perjanjian legal serta perizinannya telah selesai.

Selain Ita, sejumlah tokoh dari PT Pos Indonesia, PT INTI, PT Telkom Indonesia turut mendapatkan penghargaan yang sama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pt pos indonesia

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top