Batan Tawarkan 3 Jenis Wisata untuk Pengunjung

Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) siap menjadi tujuan wisata teknologi nuklir di Kota Bandung, dengan menawarkan wisata teknologi, edukasi, dan cagar budaya.
Novianti
Novianti - Bisnis.com 18 September 2019  |  18:02 WIB
Batan Tawarkan 3 Jenis Wisata untuk Pengunjung
Kompleks perkantoran Batan - Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG – Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) siap menjadi tujuan wisata teknologi nuklir di Kota Bandung, dengan menawarkan wisata teknologi, edukasi, dan cagar budaya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari mengatakan kota ini sedang membuat program pengembangan destinasi wisata.

Namun, secara fisik, lahan Kota Bandung sudah sangat terbatas. Karena itu, pemerintah kota lebih memilih untuk mengoptimalkan lahan dan bangunan yang ada untuk dijadikan destinasi wisata.

“Destinasi wisata itu harus memenuhi 3A atau akses, amenitas dan atraksi. Kami pun berkolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya Batan. Batan ini dinilai sudah memiliki tiga poin jenis wisata, yaitu teknologi, edukasi, bahkan cagar budaya karena tempat ini telah berusia lebih dari 50 tahun,” ujar Kenny, Rabu (18/9/2019).

Kepala Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan Batan, Jupiter Sitorus Pane memaparkan pihaknya merasa tertantang dengan program pengembangan destinasi wisata ini.

Beberapa tempat pun disiapkan Batan untuk bisa dikunjungi banyak orang diantaranya adalah reaktor, laboratorium produksi isotop, laboratorium senyawa bertanda, teknik analisis nuklir, NAA, laboratorium hewan dan laboratorium konversi reaktor.

“Dengan dijadikannya Batan sebagai tujuan wisata, kami berharap persepsi masyarakat terhadap nuklir bisa berubah. Banyak yang mengira jika nuklir itu menyebabkan kanker, rambut rontok, pembunuh, perusak, mandul dan bom nuklir. Akhirnya, orang-orang takut. Padahal, nuklir ini bermanfaat untuk energi, peternakan, kesehatan, industri, geothermal dan pengawetan,” ujar Jupiter.

Jupiter menjelaskan, Batan siap launching wisata teknologi nuklir ini di tanggal 30 Oktober 2019 mendatang secara gratis. Tanggal tersebut sekaligus dengan digelarnya open house pameran hasil penelitian yang dilakukan Batan.

“Karena nuklir adalah objek vital, maka target pengunjung kami adalah mahasiswa dan masyakarat terdidik yang berusia di atas 18 tahun. Sedangkan, siswa SD, SMP atau SMA yang di bawah usia 18 tahun hanya boleh memasuki ruangan pameran saja,” katanya.

Jupiter memastikan, ketika berkunjung ke Batan, pengunjung akan selalu diperhatikan keamanan dan keselamatannya oleh staf pendamping profesional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batan

Editor : Ajijah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top