Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Budi daya krisan mulai pulih pascaerupsi Merapi

[caption id="attachment_176149" align="alignleft" width="300" caption="antara"][/caption]
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 April 2012  |  09:40 WIB
antara
antara
[caption id="attachment_176149" align="alignleft" width="300" caption="antara"][/caption] SLEMAN: Budi daya bunga krisan di Dusun Wonokerso, Desa Hargobingangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mulai pulih setelah sempat terpuruk akibat erupsi Gunung Merapi 2010. "Erupsi besar lalu mengakibatkan hampir semua tanaman rusak parah. Saat ini, budi daya bunga krisan ini mulai pulih kembali dan jumlah bibit tanaman yang dibudidayakan terus meningkat," kata pengurus Asosiasi Petani Tanaman Hias Bunga dan Daun Potong Yogyakarta (Asthabunda) Agung Ismana, Jumat. Menurut dia, erupsi Merapi lalu telah mengakibatkan kumbung bunga rusak parah, beberapa di antaranya roboh serta puluhan ribu bibit krisan mati. "Pada tahap pemulihan petani tanaman hias mendapatkan bantuan dana untuk rehabilitasi dan pengembangan budi daya dari Dinas Pertanian Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar Rp600 juta," katanya. Khusus di Wonokerso, kata dia, luas lahan budi daya mencapai kurang lebih 1 hektare dan delapan kumbung bunga dengan kapasitas 20.000 bibit. "Sentra budi daya bunga krisan dan tanaman hias yang dikelola Asthabunda terdiri sembilan kelompok tani Desa Hargobinangun, Pakem dengan jumlah anggota sebanyak 50 anggota," katanya. Dikatakan Agung, jenis krisan yang dikembangkan sebanyak 18 varietas terdiri atas jenis standar (tangkai tunggal) maupun Spray (tangkai banyak), sedangkan untuk pemasaran hasil budi daya dijual berbagai pelanggan kalangan Florist di Kotabaru dan Dekorator di Wilayah DIY. "Kendala petani saat ini terutama menyangkut ketersediaan bibit karena sebelum erupsi Merapi, Asthabunda melakukan pembibitan sendiri. Namun, karena indukan tanaman mati terkena erupsi, kini untuk mendapatkan bibit harus antre sebab mendatangkan dari luar daerah, seperti Pasuruan dan Ambarawa," katanya. Selain itu, kata dia, kendala yang dihadapi adalah serangan jamur tanaman, seperti 'Fusarium', karat daun, dan hama. Hal ini masih bisa diatasi dengan penyemprotan pestisida dan perawatan rutin serta intensif. (ant/ajz)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kabar jabar
Editor : Newswire

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top