Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berca stop uji coba Wigo tunggu WiMax

JAKARTA (bisnis-jabar.com): PT Berca Handayaperkasa, pemenang tender WiMax di delapan dari 15 zona nasional yang ditawarkan pada tender broadband wireless access pertengahan 2009 lalu memutuskan untuk menghentikan ujicoba layanan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Agustus 2011  |  20:34 WIB
JAKARTA (bisnis-jabar.com): PT Berca Handayaperkasa, pemenang tender WiMax di delapan dari 15 zona nasional yang ditawarkan pada tender broadband wireless access pertengahan 2009 lalu memutuskan untuk menghentikan ujicoba layanan. Duta Subagio Sarosa, Direktur PT Berca Hardayaperkasa mengatakan pihaknya sudah menghentikan ujicoba layanan Wigo sembari menunggu kepastian dari pemerintah terkait teknologi WiMax yang bisa digunakan. "Pada intinya kami sebagai investor sekaligus bagian dari masyarakat sangat senang kalau perubahan [keputusan regulator yang mengizinkan penggunaan teknologi 16e] itu benar-benar terjadi dan sudah ditunggu sejak lama," ujarnya kepada Bisnis, hari ini. Dia menjelaskan penggunaan teknologi dari ketentuan semula yaitu 16d menjadi 16e akan mempercepat tersedianya layanan broadband yang merata dan murah di masyarakat. Teknologi 16e saat ini banyak vendor yang menjadi penyedia perangkatnya sehingga dari sisi harga lebih bersaing, membantu menekan belanja modal operator pemenang tender. Duta menambahkan pihaknya senang dengan keputusan regulator, namun belum berani mengambil langkah apapun sebelum adanya pemberitahuan secara resmi dari pemerintah. Berca dengan merek dagang Wigo merupakan operator layanan pita lebar dengan teknologi WiMax (worldwide interoperability for microwave access) dengan target awal meraih pelanggan di atas 500.000  pada dua tahun pertama. Saat ini Berca sudah menyelesaikan pembangunan jaringan backbone di wilayah Sumatra, Kalimantan, Bali, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Ujicoba juga sudah mulai dilakukan sejak awal tahun ini, namun kini telah dihentikan menunggu kepastian regulator. Hal senada juga disampaikan oleh Presiden Direktur PT Indosat Mega Media (IM2) Indar Atmanto, pemenang tender zona Jawa Barat baru-baru ini. "Kami masih menunggu kepastian dari regulator sebelum mulai bergerak," ujarnya. Baik Berca maupun IM2 mengakui pemenang tender saat ini belum bisa banyak bergerak karena ketidakpastian perangkat. Perangkat 16d sangat terbatas jumlahnya dengan harga tidak bersaing, dipastikan berdampak pada harga jual layanan yang kurang kompetitif. Berca mendapat lisensi sebanyak 30 MHz di delapan zona; Sumatra, Kalimantan, Bali, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Ini menjadi zona WiMax terbanyak dan terluas di Indonesia. Empat perusahaan pemenang lainnya adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), First Media (KBLV), Indosat Mega Media, dan Jasnita Telekomindo. Pada tender dua tahun lalu, pemerintah memutuskan pengembangan layanan WiMax di Indonesia menggunakan teknologi 16d yang bersifat tetap (nomadic). Tapi akibat perkembangan teknologi baru, dunia telah mengadopsi teknogi baru yang bersifat mobile, yakni 16e. Sehingga dunia telah meninggalkan teknlogi 16d dan beralih ke 16e. Indonesia belum memutuskan apakah mengikuti tren dunia atau tetap bertahan di teknologi lama, 16d. Hal ini masih dikaji oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika sejak Desember tahun lalu.  (fsi)
Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kabar jabar
Editor : Newswire

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top