Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Standar jamu & obat herbal akan ditingkatkan

BANDUNG: Pemerintah berupaya menggenjot dan mengembangkan industri jamu dan obat-obatan herbal di Indonesia dengan meningkatkan standar mutu, produksi, serta konsumsinya.

BANDUNG: Pemerintah berupaya menggenjot dan mengembangkan industri jamu dan obat-obatan herbal di Indonesia dengan meningkatkan standar mutu, produksi, serta konsumsinya. Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Salsiah Alisjahbana mengatakan stadardisasi produk jamu dan obat-obatan herbal perlu ditingkatkan agar memiliki daya saing tinggi tidak hanya di pasar domestik melainkan mampu merebut pasar luar negeri. “Diperlukan peran pemerintah untuk membantu mengembangkannya menjadi suatu industri dengan mendorong obat tradisional dari berbagai aspek, antara lain standar mutu, produksi, dan konsumsi,” katanya, usai menghadiri Internasional Seminar dan Expo on Jamu 2010, hari ini. Menurut Armida, adanya potensi jamu di Indonsia yang melimpah perlu diimbangi dengan kemampuan pemerintah meningkatkan lahan pengembangan industri herbal medicine. Di samping itu, diharapkan pula peranan pemerintah untuk memfasilitasi para pengusaha jamu seoptimal mungkin serta membuat aturan-aturan standardisasi agar produk jamu herbal yang dihasilkan teruji secara klinis dan aman untuk dikonsumsi. Armida berpendapat agar industri jamu bisa berkembang, diperlukan sinergi antara pemerintah, industri farmasi dan perguruan tinggi yang juga turut mengembangkan penelitian terhadap obat herbal. Dalam hal ini, Bappenas sebagai lembaga pemerintah berperan sebagai perencana dan pengindentifikasi potensi-potensi yang ada pada industri jamu untuk menggerakkan petumbuhan di sektor ekonominya. Berdasarkan data statistik, katanya, Indonesia merupakan negara kedua di dunia yang kaya dengan keanekaragaman hayati setelah Brasil.  Indonesia memiliki lebih dari 30 ribu jenis keanekaragaman hayati, di mana 2.500 jenis di antaranya merupakan tanaman obat yang bisa diolah menjadi obat tradisional atau produk kesehatan lainnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Newswire

Topik

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper