Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bandung Kota Termacet di Indonesia, Ini Kata Ridwan Kamil

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menilai rilis Asian Development Bank (ADB) yang menempatkan Kota Bandung sebagai kota termacet nomor satu di Indonesia harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  15:58 WIB
Kemacetan di Kota Bandung - Antara
Kemacetan di Kota Bandung - Antara

Bisnis.com, BANDUNG—Gubernur Jabar Ridwan Kamil menilai rilis Asian Development Bank (ADB) yang menempatkan Kota Bandung sebagai kota termacet nomor satu di Indonesia harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat.

Ridwan Kamil mengatakan rilis tersebut menjadi sebuah masukan bagi Pusat bahwa kebutuhan pembangunan transportasi publik sudah mengemuka.

“Cuma perhatian pusat banyak ke Jakarta. Nah [membangun] transportasi publik nggak bisa pakai APBD, itu problemnya,” tuturnya di Gedung Sate, Bandung, Rabu (9/10/2019).

Pihaknya mengaku sudah meminta agar anggaran untuk menghadirkan transportasi publik di wilayah Metropolitan Bandung, Kota Depok dan Bekasi dimaksimalkan. “Mahal sekali, LRT saja per kilometer Rp500 miliar, LRT Jakarta Rp1 triliun, itu sampai kapan berharap pada pemerintah daerah memberikan solusi nggak akan bisa,” paparnya.

Menurutnya transportasi publik tidak bisa melulu mengandalkan kendaraan berbasis jalan raya namun harus rel atau kereta. Namun biaya yang mahal bisa mengganjal seluruh wacana daerah tersebut.

“Bolanya ada di pusat, selama ini perhatian untuk transportasi publik hanya di daerah Jakarta Raya saja,” katanya.

Sebelumnya, Asian Development Bank (ADB) merilis Kota Bandung menjadi kota termacet ke-14 di Asia dan urutan 1 di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemkot bandung
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top