Gentengisasi Dimulai di Purwakarta, Dorong Kebangkitan Industri Lokal Jabar

Program Gentengisasi di Jabar dorong UMKM genteng bangkit, target 45 juta genteng untuk 62.500 rumah subsidi, tingkatkan produksi dan kesejahteraan pekerja.
Buruh menyelesaikan pembuatan genteng di Pabrik Genteng Tenang Jaya, Jatiwangi, Kabupaten Malajengka, Jawa Barat, Rabu (28/6)./Bisnis-Rachman
Buruh menyelesaikan pembuatan genteng di Pabrik Genteng Tenang Jaya, Jatiwangi, Kabupaten Malajengka, Jawa Barat, Rabu (28/6)./Bisnis-Rachman

Bisnis.com, BANDUNG — Program gentengisasi atau mengganti atap rumah dengan genteng dimulai dari Jawa Barat (Jabar).

Sebanyak 44.000 buah genteng dikirimkan dari pabrik genteng PG. Padi Super yang berlokasi di Desa Pamoyanan Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta kepada pembeli perdana Hunian Warisan Bangsa Purwakarta milik Lippo Grup.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melepas langsung pengiriman genteng dari pabrik, Selasa (14/4/2026) petang.

Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, Jabar menjadi pelaksana program gentengisasi karena dukungan ketersediaan produksi gentengnya. Selain di Purwakarta, produsen genteng juga ada di Majalengka dan Cirebon.

"Kita gelorakan gentengisasi dari Jabar sesuai arahan presiden," jelasnya.

Ia menyebutkan tahun ini ditargetkan sebanyak 62.500 unit rumah subsidi akan dibangun sehingga membutuhkan sekitar 45 juta buah genteng. Ini menjadi kesempatan bagi pengusaha dan UMKM genteng di Jabar khususunya Indramayu untuk kembali bangkit. 

Maruarar berpesan agar produksi genteng dapat dimaksimalkan dengan tetap menjaga kualitas dan harus bersertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Dari rumah subsidi saja marketnya sekitar Rp100 miliar, belum untuk program renovasi rumah dan perumahan lainnya. Saatnya industri genteng kembali bangkit," tegasnya.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menambahkan, dengan program gentengisasi diharapkan industri genteng di Jabar dapat kembali tumbuh.

"Nanti pengusaha harus memperbaiki upah pekerja. Pemprov Jabar siap memberikan jaminan kesehatan. Jadi pengusaha kembali untung sementara pekerja semakin sejahtera," jelas KDM, sapaan akrab gubernur.

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein meminta genteng hasil produksi perajin dari Purwakarta memiliki kualitas yang bagus. Ia pun siap membantu proses SNI secara gratis.

"Kebutuhan untuk Jabar sekitar 12 juta buah, itu bisa mencapai Rp27 miliar,  syaratnya jaga kualitas dengan harga yang kompetitif dan karyawan harus semakin sejahtera," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, pemilik pabrik genteng, Farid, mengatakan, selama ini pabrik bermitra dengan 72 perajin genteng yang ada di Purwakarta. Kapasitas produksi setahun maksimal hanya 3 juta buah. Menurutnya jika kapasitas dapat dimaksimalkan maka kesejahteraan pekerja dan perajin genteng tradisional akan membaik.

Perajin genteng saat ini hanya berproduksi dua atau tiga kali sepekan sesuai permintaan pelanggan. Jika program gentengisasi berjalan, produksi siap dilakukan setiap hari.

Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro