Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasar Lelang Komoditas Agro Disperindag Jabar Kembali Bergairah

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat memastikan pasar lelang komoditas agro sudah kembali bergairah dalam dua tahun terakhir ini.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 18 Agustus 2022  |  20:31 WIB
Pasar Lelang Komoditas Agro Disperindag Jabar Kembali Bergairah
Ilustrasi - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, BANDUNG--Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat memastikan pasar lelang komoditas agro sudah kembali bergairah dalam dua tahun terakhir ini.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Iendra Sofyan mengatakan pasar lelang sempat terhenti saat pandemi Covid-19 2020 lalu dan kembali aktif pada 2021 hingga sekarang.

Menurutnya Koperasi Pasar Lelang Jawa Barat (KPLJB) yang diampu bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jabar pada 2021 lalu berhasil mencatatkan nilai transaksi Rp4,497 miliar dari 11 kali lelang dari komoditas kopi dan teh.

"Untuk Januari-Juli 2022 sudah terekapitulasi hasil lelang sebesar Rp1,09 miliar. Kami tidak melihat angka, tapi dalam masa pemulihan ekonomi, mulai berjalannya KPLJB sudah sangat baik, harapannya bisa lebih baik lagi seperti sebelum 2019," katanya di Bandung, Kamis (18/8/2022).

Dari penyelenggaraan lelang yang sudah berjalan, komoditas teh masih menjadi unggulan dibanding kopi. Pada 2021 lalu volume lelang teh mencapai 655.900 kilogram, kemudian 2022 volumenya sebesar 182.200 kilogram. Sementara kopi masih ada di angka 125 kilogram.

Iendra memastikan pihaknya terus berupaya menciptakan sistem distribusi dan pemasaran komoditas agro pasar lelang dalam rangka efisiensi rantai perdagangan dari lelang yang sudah digelar sejak 2022 lalu tersebut.

Sejak 2021 pihaknya sudah dua kali menggelar bimbingan teknis sistem pasar lelang terpadu. Hari ini di Hotel Newton, Bandung pihaknya telah memberikan bimbingan teknis pada 65 peserta lelang dengan narasumber dari Bappeti Kementerian Perdagangan.

"Bimtek kami lakukan secara terpadu, ini harus terus dilakukan agar kita memperkuat SDM dan para pelaku lelang komoditas agro," katanya.

Dalam bimtek yang digelar para pelaku diberikan pemahaman untuk mempermudah transaksi perdagangan komoditas dengan cara yang lebih mudah. Sehingga diharapkan transaksi di pasar lelang semakin meningkat.

"Sekaligus mempersiapkan SDM pelaku usaha di Jawa Barat untuk dapat terus mencermati informasi terkini terkait perkembangan SPLT dimana dahulunya ofline outcry sekarang online oucry," ujarnya.

Iendra juga tidak menutup kemungkinan ke depan KPLJB membuat inovasi dengan membuka peluang komoditas pertanian lain untuk di lelang agar tata niaga komoditas makin berkembang.

"Syaratnya kita harus memberi pemahaman pada para pelaku, memperkuat kelembagaan, melihat sisi produksi dan kapasitas juga suplai dan demand-nya," katanya.

Menurutnya sektor pertanian di Jawa Barat menduduki posisi yang strategis karena kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja masih sangat dominan, yaitu 26,10 persen.

"Sehingga pengembangan sektor pertanian akan berpengaruh signifikan terhadap kecukupan stok pangan, mengurangi bahkan menghapuskan impor bahan pangan, dan yang lebih penting meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani dan ujungnya turut mengendalikan inflasi," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov jabar
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top