Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPR Tidak Sehat di Ciayumajakuning Dipecut untuk Merger

OJK Cirebon mendorong Bank Perkreditan Rakyat (BPR) tidak sehat di wilayah Cirebon Indramayu Majalengka Kuningan (Ciayumajakuning) untuk melakukan merger.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 11 Agustus 2022  |  13:02 WIB
BPR Tidak Sehat di Ciayumajakuning Dipecut untuk Merger
Kepala OJK Cirebon Fredly Nasution (tengah) saat menghadiri media briefing di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Kamis (11/8 - 2022).
Bagikan

Bisnis.com, CIREBON - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon mendorong Bank Perkreditan Rakyat (BPR) tidak sehat di wilayah Cirebon Indramayu Majalengka Kuningan (Ciayumajakuning) untuk melakukan merger.

Kepala OJK Cirebon Fredly Nasution mengatakan BPR yang harus melakukan merger lantaran sudah memberikan sinyal menambah kekuatan pelayanan dan permodalan.

"Ada satu BPR yang sudah mengajukan kepada kami untuk melakukan merger. Percuma terlalu banyak karena secara keuangan tidak sehat," kata Fredly saat ditemui di Kantor OJK Cirebon, Kota Cirebon, Kamis (11/8/2022).

Berdasarkan data dari OJK Cirebon, jumlah BPR di wilayah Ciayumajakuning saat ini mencapai 20. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8 merupakan pemerintah daerah dan 12 lainnya dimiliki pihak swasta.

Fredly menyebutkan, jumlah BPR di Ciayumajakuning terus mengalami pengurangan. Pada 2015, jumlah tersebut sebanyak 49. Namun, sampai saat ini hanya tersisa 20.

"Terlalu banyak. Dilakukan karena merger bisa memberikan pengawasan secara efektif. Pemberlakuan merger membuat dari sisi aset bertambah meskipun jumlah berkurang," kata Fredly.

Meskipun begitu, keberadaan BPR di Ciayumajakuning masih dibutuhkan oleh sebagian masyarakat. Tercatat, sebanyak 43 kredit di bank tersebut untuk kebutuhan konsumtif.

BPR diminta melakukan merger seiring dengan tenggat kewajiban modal inti minimum yang semakin dekat.

Kewajiban penyediaan modal minimum dan pemenuhan modal inti minimum Bank Perkreditan Rakyat tertuang dalam POJK Nomor 5/POJK.03/20215. Modal inti minimum BPR ditetapkan sebesar Rp6 miliar wajib dipenuhi paling lambat 31 Desember 2024.

Merger biasanya dilakukan antar BPR yang dimiliki oleh pemegang saham sama. Di samping itu, beberapa BPR juga diketahui mengakuisisi BPR lain.

Foto: Kepala OJK Cirebon, Fredly Nasution (tengah) saat menghadiri media brifing di Jalan Cipto mangunkusumo, Kota Cirebon, Kamis (11/8/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top