Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kabupaten Garut Kontribusi 0,45 Persen Terhadap Realisasi Investasi Jawa Barat

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Garut mencatat hingga semester I 2022, realisasi investasi yang masuk ke Kota Dodol baru Rp376,6 M
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 28 Juli 2022  |  13:23 WIB
Kabupaten Garut Kontribusi 0,45 Persen Terhadap Realisasi Investasi Jawa Barat
Foto udara daerah Pameungpeuk, Kabupaten Garut. - Bisnis

Bisnis.com, GARUT - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Garut mencatat hingga semester I 2022, realisasi investasi yang masuk ke Kota Dodol baru sebanyak Rp376,6 miliar.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Bisnis.com, dari Rp376,6 miliar tersebut, sebanyak Rp230 miliar merupakan penanaman modal dalam negeri (PMDN). Sementara, aktivitas penanaman modal asing (PMA) tercatat mencapai Rp146 miliar.

Pada semester I 2022 ini, Kabupaten Garut pun berkontribusi terhadap realisasi investasi Jawa Barat sebesar 0,45 persen. Paling tinggi adalah Kabupaten Bekasi dengan raihan Rp27,3 triliun.

Kepala DPMPT Kabupaten Garut Wahyudijaya mengatakan realisasi investasi di wilayahnya pada 2022 ini sebesar Rp1,3 triliun. Pemerintah daerah mengaku optimis untuk mengejar angka tersebut.

"Target tersebut lebih besar dibandingkan dengan realisasi pada tahun sebelumnya yang hanya Rp1,29 triliun. Kami sangat optimis tahun ini tercapai,"," kata Wahyudijaya di Kabupaten Garut, Kamis (28/7/2022).

Upaya yang saat ini dilakukan yakni memberikan kemudahan perizinan dengan mal pelayanan publik di kawasan simpang lima, Kecamatan Tarogong Kidul.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus mematangkan rencana pengembangan kawasan industri di empat wilayah kecamatan. Upaya tersebut untuk meningkatkan daya tarik investasi dan daya saing industri.

Empat wilayah kecamatan tersebut yakni Leles, Limbangan, Malangbong, dan Cibatu. Seluruhnya berada di wilayah utara.

Wahyudijaya menyebutkan, saat ini di daerahnya masih bertumpu pada industri pariwisata dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Kabupaten Garut memiliki ketertarikan mengundang investor seperti beberapa daerah lainnya di Jawa Barat, seperti Karawang dan Bekasi.

Saat ini, kata Wahyudijaya, Kabupaten Garut baru saja memiliki akses kereta api ke wilayah perkotaan yang baru saja direaktivasi dan rencana gerbang tol di Kecamatan Banyuresmi.

"Investasi di Garut ini lebih maju dibandingkan wilayah lainnya di Priangan Timur. Kami akan jemput ini, supaya realisasi investasi terus meningkat setiap tahunnya," kata Wahyudijaya.

Menurut Wahyu, kedatangan banyak investor ke Kota Dodol dipastikan menyerap banyak tenaga kerja. Nantinya, masyarakat tidak perlu mencari pekerjaan di luar kota.

Selain itu, meningkatkan pula pendapatan asli daerah (PAD) yang belum maksimal. "Kalau hanya mengandalkan stimulus dari APBD, diperlukan peran swasta atau investor guna memenuhi standar upah bagi karyawan lokal sehingga tingkat kesejahtraanya bisa meningkat," kata Wahyu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

garut investasi
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top