Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dinkes Jabar Minta Warga Waspadai Cacar Monyet

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Jabar Raden Vini Adiani Dewi mengatakan kasus monkeypox memang belum terdeteksi di wilayah Jabar namun masyarakat diminta meningkatkan PHBS sebagai langkah pencegahan virus menular itu. 
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 25 Mei 2022  |  18:35 WIB
Dinkes Jabar Minta Warga Waspadai Cacar Monyet
Cacar monyet atau monkeypox disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui hewan ke manusia atau zoonosis. - Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat meminta masyarakat mulai perketat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mengantisipasi penyebaran virus cacar monyet atau monkeypox

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Jabar Raden Vini Adiani Dewi mengatakan kasus monkeypox memang belum terdeteksi di wilayah Jabar namun masyarakat diminta meningkatkan PHBS sebagai langkah pencegahan virus menular itu. 

"Tindak lanjut dari Dinkes Jabar yaitu melakukan tindakan preventif dan sosialisasi terutama PHBS dan menunggu pedoman dari pemerintah pusat," katanya di Bandung, Rabu (25/5/2022). 

Menurutnya sampai saat ini Kementerian Kesehatan juga belum memberikan arahan penanganan virus ini. Sehingga, Dinkes Jabar juga belum bisa berkomentar terlalu banyak soal penanganan. 

"Kan penularan penyakit itu seperti cacar biasa, tapi kami juga ini masih menunggu kabar terbaru dari Kemenkes. PHBS tetap harus diterapkan masyarakat Jabar," katanya. 

Monkeypox sendiri tengah mewabah di sejumlah negara Eropa dan beberapa negara bagian Amerika. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat ada 14 kasus terkonfirmasi penyakit monkeypox itu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Cacar monyet
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
back to top To top