Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Polemik Ibu Kota Negara Baru, Ridwan Kamil Minta Nasib Jakarta Dibahas

Ridwan Kamil mengatakan urusan pemilihan Ibu Kota Negara sepenuhnya adalah terkait persetujuan Presiden RI Joko Widodo. Begitu juga urusan desainnya.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 18 Januari 2022  |  14:36 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Gubernur Jabar Ridwan Kamil

Bisnis.com, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai pemilihan desain Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur dan polemik yang mengiringinya tidak boleh melupakan nasib Jakarta.

Ridwan Kamil mengatakan urusan pemilihan Ibu Kota Negara sepenuhnya adalah terkait persetujuan Presiden RI Joko Widodo. Begitu juga urusan desainnya.

"Desain ibu kota, desain itu subjektif ya. Selama presidennya suka ya terserah presiden sebenarnya. Karena tidak ada di wilayah kita untuk komentari. Jadi per hari ini presidennya suka dengan desain yang ada, kita apresiasi karena itu peristiwa bersejarah," katanya dikutip Selasa (18/1/2022).

Menurutnya Ibu Kota Negara selalu dibangun berdasarkan sudut pandang dan keinginan seorang presiden, ini terjadi sejak Ir Sukarno menjabat sebagai Presiden Pertama.

"Jadi Jakarta hari ini, seleranya Bung Karno. Nggak perlu dipertanyakan kenapa Istiqlal bentuknya begitu, Monas begitu, karena itu selera pemimpin pada zamannya," katanya.

Mengenai perpindahannya pun harus diterima baik, tinggal yang dibahas prioritas adalah nasib Jakarta ke depannya.

"Karena kita sudah memutuskan secara resmi Ibukota Indonesia kan pindah. Yang harus ditanyakan justru Jakarta setelah ditinggal, jadi apa. Judulnya itu dia juga belum pernah dibahas," katanya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ridwan kamil ibu kota negara
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top