Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Disnaker Indramayu Bekali Mantan Pekerja Migran Ilmu Kewirausahaan

Maman mengatakan, jumlah PMI asal Kabupaten Indramayu sebelum masa pandemi Covid-19 sebanyak 20.591 orang. Namun, saat masa pagebluk corona banyak yang kembali ke kampung halaman.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 09 November 2021  |  12:33 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, INDRAMAYU - Pemerintah Kabupaten Indramayu terus menggulirkan program pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai upaya pemulihan ekonomi.

Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Indramayu Maman Kostaman mengatakan program tersebut merupakan salah satu dari 10 program unggulan bupati Indramayu yaitu program Perempuan Berdikari.

Program itu, kata Maman, berbentuk pelatihan kewirausahaan, pendampingan dan fasilitasi akses permodalan melalui perbankan yang difasilitasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu.

"Kabupaten Indramayu adalah daerah kantong PMI di Provinsi Jawa Barat, bahkan nasional. Minat masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Indramayu untuk bekerja ke luar negeri masih sangat tinggi," kata Maman, Selasa (9/11/2021).

"Kami berharap tidak selamanya perempuan Indramayu harus bekerja di luar negeri. Ketika sudah memperoleh penghasilan yang cukup, kiranya agar di kelola secara mandiri di negeri sendiri," sambungnya.

Maman mengatakan, jumlah PMI asal Kabupaten Indramayu sebelum masa pandemi Covid-19 sebanyak 20.591 orang. Namun, saat masa pagebluk corona banyak yang kembali ke kampung halaman.

"PMI yang kembali ke kampung halaman ini menjadi masalah baru. Dengan digulirkannya program Perempuan Berdikari sangat membantu para purna PMI dalam mengelola keuangan yang diperoleh dari hasil kerjanya di luar negeri," katanya.

Kepala Disnaker Kabupaten Indramayu Sri Wulaningsih mengatakan, program ini dilakukan di 317 desa/ kelurahan se-Kabupaten Indramayu. Program tersebut tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026.

Diharapkan, pada 2026 akan ada 6.340 wirausahawan baru dari para perempuan mantan PMI.

"Peserta pelatihan agar manfaatkan dengan sebaik-baiknya hasil pelatihan kewirausahaan ini, sehingga tujuan dari program peri (Perempuan Berdikari) dapat tercapai," katanya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indramayu pekerja migran
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top