Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemkot Cirebon Klaim Infrastruktur Sekolah Siap Jelang PTM

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon Irawan Wahyono mengatakan salah satu infrastruktur yang saat ini sudah disediakan yakni wastafel portable, sesuai arahan dari Satgas Covid-19.
Hakim Baihaqi
Hakim Baihaqi - Bisnis.com 24 Mei 2021  |  10:37 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon memastikan infrastruktur seluruh sekolah di Kota Cirebon sudah siap menunjang pelaksanaan kembali pembelajaran tatap muka (PTM).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon Irawan Wahyono mengatakan salah satu infrastruktur yang saat ini sudah disediakan yakni wastafel portable, sesuai arahan dari Satgas Covid-19.

Irawan menambahkan, pembelajaran tatap muka yang bakal dilakukan dalam waktu dekat ini melibatkan pula Dinas Kesehatan.

“Kalau dinas terkait tidak merekomendasikan sekolah tatap muka, nanti dikoreksi oleh orang tua murid juga, jadi intinya kami melaksanakan sesuai dengan apa yang direkomendasikan," kata Irawan di Kota Cirebon, Senin (24/5/2021).

Sebanyak 4.373 guru dan tenaga kependidikan di Kota Cirebon, sudah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama. Hal tersebut dilakukan menjelang pertemuan tatap muka (PTM) sekolah Juli mendatang.

Irawan mengatakan, jumlah guru dan tenaga kependidikan di Kota Cirebon sebanyak 4.678, namun 305 di antaranya belum mendapatkan vaksin Covid-19.

Irawan memastikan, seluruh guru dan tenaga kependidikan akan mendapatkan vaksin Covid-19 hingga tahap kedua paling lambat Mei 2021. Nantinya, sebelumnya PTM dimulai sudah memiliki kekebalan tubuh.

PTM untuk sekolah siap digelar di Kota Cirebon pada Juli mendatang. Dinas Pendidikan pun sudah merampungkan petunjuk teknis untuk pelaksanaan tersebut.

PTM bakal digelar bersamaan dengan tahun ajaran baru 2021/2022. Namun, dalam waktu dekat tidak bakal melakukan simulasi seperti kota lainnya.

Untuk pelaksanaan PTM di Kota Cirebon, petunjuk teknisnya akan disesuaikan dengan aturan adaptasi kebiasaan baru (AKB) sehingga tidak akan memunculkan klaster baru Covid-19.

Beberapa poin dalam petunjuk teknis tersebut di antaranya, sekolah diwajibkan membentuk satuan tugas (satgas) yang melibatkan tenaga kesehatan dan menyediakan sarana cuci tangan dilengkapi dengan sabun dan air mengalir.

Kemudian, untuk PTM di kelas nantinya setiap ruangan hanya boleh diisi oleh 50 persen dari total keseluruhan siswa disetiap kelasnya.

Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah X Jawa Barat, Ester Miori Dewayani mengatakan, sekolah tatap muka direncanakan akan dilaksanakan pada tahun ajaran baru, bulan Juli.

Ester mengatakan, akan menggelar simulasi guna memberikan pemahaman kepada para guru atau warga sekolah dalam menghadapi sekolah tatap muka nanti.

“Sekolah sudah dilakukan beberapa cek, ada juga evaluasi mulai dari sarana prasarana yang disiapkan, termasuk dengan vaksinasi, warga sekolah divaksin dua kali,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cirebon
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top