Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemkot Bandung Klaim tak Ada Lagi Kerumunan di Pusat Perbelanjaan dan Mal

Menurut Yana, memebludaknya pengunjung di pusat perbelanjaan, mal, dan ritel merupakan euforia masyarakat karena tahun lalu warga dilarang untuk berbelanja.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 11 Mei 2021  |  17:17 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis,com, BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung mengklaim berhasil menimalisasi pelanggaran protokol kesehatan di pusat perbelanjaan, terutama pada akhir pekan lalu.

Pada akhir pekan lalu, dinilai tidak terjadi kerumunan pengunjung di puat-pusat perbelanjaan seperti yang terjadi di pekan sebelumnya.

Hal itu berkat Pemkot Bandung menurunkan sejumlah petugas ke pusat perbelanjaan, mal, dan ritel di Kota Bandung.

“Kita tugaskan dinas terkait untuk mengurai kerumunan. Alhamdulilah ibu Elly (Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian) meninjau ke toko-toko yang sebelumnya menimbulkan kerumunan,” ujar Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana, saat dikutip dalam pernyataan resminya, Selasa (11/5/2021).

Yana mengatakan, tak hanya memantau, petugas juga memberikan edukasi dan sosialisasi tentang protokol kesehatan.

“Tidak ada yang disanksi. Begitu kita sampaikan berikan edukasi, para pengelola taat,” kata Yana.

Tetapi Yana mengaku memang masih mengkhawatirkan soal kerumunan.

“Kekhawatiran kalau lihat kerumunan, itu ada saja. Tapi Bismillah mudah-mudahan tidak ada,” tuturnya.

Menurut Yana, memebludaknya pengunjung di pusat perbelanjaan, mal, dan ritel merupakan euforia masyarakat karena tahun lalu warga dilarang untuk berbelanja.

“Mungkin euforia masyarakat saja. Saya tanya (pengunjung) tahun lalu tidak belanja. Mereka jawab ingin saja sehingga tahun ini belanja baju baru,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung Elly Wasliah mengungkapkan anggotanya memang lebih memfokuskan untuk mengawasi pusat perbelanjaan, mal. dan ritel yang yang sering dikujungi masyarakat.

Petugas datang untuk memastikan pusat perbelanjaan itu menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Sehingga para pengunjungnya pun mematuhi protokol kesetahan.

"Kemarin saya langsung terjun mengawasai untuk Yogya Kepatihan dan Kings. Kita atur sedemikian rupa dengan sistem buka tutup,” jelasnya.

"Kondisi tertib, masker dipakai, karena tidak boleh masuk jiga tidak menggunakan masker,” katanya.

“Jika di dalam sudah 50 persen, maka langsung ditutup pintu masuk, baik Kings maupun Yogya Kepatihan. Sehingga yang antre mau masuk itu kita halau supaya berpencar dulu. Alhamdulilah terurai, jadi antrean dalam kondisi tertib,” jelas Elly.

Elly mengungkapkan, akhir pekan lalu merupakan lonjakan tertinggi terakhir bagi kunjungan ke pusat perbelanjaan. (K34)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemkot bandung
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top