Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Petani Milenial Garap Budi Daya Udang dengan Cara Modern

Dinas Kelautan dan Perikanan menargetkan 60 petani milenial yang tergabung dalam program pembubidaya ikan milenial bisa menerapkan budi daya udang yang lebih maju dan modern.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 25 April 2021  |  13:13 WIB
Budi daya udang dalam program petani milenial Jabar
Budi daya udang dalam program petani milenial Jabar

Bisnis.com, BANDUNG — Dinas Kelautan dan Perikanan menargetkan 60 petani milenial yang tergabung dalam program pembubidaya ikan milenial bisa menerapkan budi daya udang yang lebih maju dan modern.

Analis Budidaya Perikanan Deni Hamdani mengatakan bahwa mindset pembudidaya udang harus memiliki modal besar (sekitar Rp150 juta-Rp1,5 miliar) dan lahan luas (minimal 1.000 meter persegi) masih melekat di tengah masyarakat.

Padahal, saat ini sudah banyak inovasi dan terobosan yang dilakukan pemerintah agar generasi milenial dapat membudidayakan udang tanpa perlu modal besar dan lahan luas.

"Ada terobosan kolam yang kecil dengan pola mandiri. Dimana si petani, dia menjadi owner-nya sekaligus menjadi manager, feeder, teknisi. Sehingga yang tadi menjadi kendala dengan modal besar diganti dengan kemauan melalui PIM," kata Deni dalam keterangan yang diperoleh Bisnis, Minggu (25/4/2021).

Deni menjelaskan, Millenial Shrimp Farm (MSF) atau tambak milenial adalah tambak yang menerapkan sistem digitalisasi teknologi berbasis industri 4.0 (Automation, IT dan Gadget) dinilai cocok untuk Petani Milenial Jabar.

“Model tambak ini diyakini cocok untuk generasi milenial dalam hal kepraktisannya untuk berbudidaya saat ini. Berbeda dengan tambak konvensional, model tambak ini tidak membutuhkan lahan luas, berbentuk bulat, fleksibel karena bisa dibongkar pasang dengan ukuran kolam yang bisa disesuaikan dengan lahan yang ada. Tambak ini lebih cocok untuk para Petani Milenial karena kalau panen tidak perlu pompa, kolam kecil-kecil (cluster) sehingga penanganan lebih mudah jika ada masalah,” imbuhnya.

Meski begitu, sebelum membudidayakan udang, Petani Milenial harus lebih dulu paham dan mengetahui kelebihan serta kekurangan dari model tambak tersebut. Daya dukung lahan pun harus disiapkan agar budidaya berjalan optimal.

“Kita harus mempersiapkan semuanya dengan matang, kesiapan waktu tebar benih, kualitas air yang layak untuk udang, termasuk kesiapan kita jika budi daya udang yang kita tanam terserang oleh virus yang penyebarannya lebih cepat,” ucapnya.

Menurutnya program Petani Milenial bercita-cita mendorong regenerasi tenaga kerja di sektor pertanian Jabar. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian dilakukan untuk meningkatkan produktivitas.

“Melalui pemanfaatan teknologi digital, petani milenial akan menggerakkan kewirausahaan bidang agrikultur yang menjadikan wajah pertanian menjadi lebih segar dan atraktif untuk bisa berkelanjutan di Jawa Barat,” ucapnya.

DKP Jabar sendiri menyiapkan empat lokasi untuk program Petani Milenial, yakni di Ciherang (Cianjur) dan Wanayasa (Purwakarta) untuk budi daya nila, Cijengkol (Subang) untuk budi daya lele, dan Cibalong (Garut) untuk budi daya udang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov jabar
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top