Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemkot Bandung Pastikan Pengelolaan Limbah Medis Sesuai Aturan

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung mencatat selama tiga bulan terakhir limbah medis di Kota Bandung sudah mencapai 2 ton.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 23 April 2021  |  15:10 WIB
Pengelolaan limbah medis oleh salah satu BUMD Jabar - Istimewa
Pengelolaan limbah medis oleh salah satu BUMD Jabar - Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung mencatat selama tiga bulan terakhir limbah medis di Kota Bandung sudah mencapai 2 ton.

Meski jumlahnya lebih sedikit dari sampah biasa, namun akibatnya lebih berbahaya.

”Sebab limbah medis bukan saja mengotori lingkungan tapi juga bisa membawa virus atau bakteri,” tutur Wali Kota Bandung Oded M Danial, Jumat (23/4/2021).

Di tingkat puskesmas, terang Oded, penanganan limbah medis telah sesuai protokol tetap (protap) Kementerian Kesehatan.

Tapi di tingkat rumah tangga, Oded mengakui literasi masyarakat dalam menangani sampah medis perlu ditingkatkan.

Karena itulah Oded mengajak warga Kota Bandung khususnya, untuk sama-sama saling bahu membahu menangani permasalahan sampah. Yaitu dengan mengelola sampah dari rumah dengan menggunakan metode Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan).

Untuk sampah medis seperti masker dan faceshield, metodenya pun tidak asal buang saja. Tapi perlu penanganan khusus yakni masker dianjurkan untuk dirobek atau dirusak terlebih dulu.

Kemudian disemprot disinfektan, baru dimasukkan ke dalam kantong plastik khusus.

“Karena berbahaya jadi masker harus dipisahkan di tempat yang lain. Ini semua bisa kita lakukan dengan kolaborasi bersama seluruh stakeholder masyarakat Kota Bandung,” terangnya.

“Agar sampah bisa dikelola oleh kita dari rumah masing-masing,” imbuhnya.

Berkaitan dengan Hari Bumi, Oded mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak melakukan aksi nyata untuk melindungi bumi dari kerusakan.

“Dan saya berharap sampah organik di kota Bandung sudah selesai dikelola oleh warga dirumahnya masing-masing,” tutur Oded. (k34)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemkot bandung
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top