Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

22.000 SMA/SLB Jabar Sudah Siap Belajar Tatap Muka

Pemerintah memastikan tahun ajaran baru Juli 2021 mendatang pembelajaran tatap muka (PTM) bisa digelar secara terbatas.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 04 April 2021  |  18:43 WIB
Belajar tatap muka di Jabar
Belajar tatap muka di Jabar

Bisnis.com, BANDUNG — Pemerintah memastikan tahun ajaran baru Juli 2021 mendatang pembelajaran tatap muka (PTM) bisa digelar secara terbatas. Dinas Pendidikan Jabar pun telah mempersiapkan PTM terbatas dengan melakukan adapatasi kebiasaan baru (AKB).

Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dedi Supandi mengatakan di Jabar ada sekitar 4.966 sekolah, mulai dari tingkat SMA, SMK, SLB negeri maupun swasta. Namun hanya ada 2.200 sekolah yang siap melakukan PTM, yang terdiri dari SMA, SMK, dan SLB.

Disdik Jabar pun sudah melakukan langkah-langkah dengan pengkategorian klaster yang di analisis. Misalnya, berdasarkan angka kasus positif Covid-19, angka kepadatan penduduk persekolah, termasuk juga pertimbangan sinyal internet di lokasi tersebut.

"Dari sekitar 2.200 yang mengajukan, untuk saat ini kalau kita lihat dengan pengkategorian klaster ada sekitar 383 Kecamatan, dikategorikan aman untuk pembelajaran," katanya di Bandung, Minggu (4/4/2021).

Pihaknya juga memastikan simulasi dilakukan untuk melihat bagaimana kondisi kelas, bagaimana cara pengaturan jarak pada saat tatap muka, karena jarak antarsiswa di sekolah itu sekitar 1,5 meter.

“Jadi, kalau satu kelas berisi 36 siswa atau rombongan belajar (rombel), kalaupun terjadi tatap muka maksimal 18 peserta didik yang terdiri dari SMA dan SMK. Berbeda dengan yang kondisi SLB, kalau SLB dengan ruangan seperti itu hanya terjadi sekitar 5 peserta didik,” katanya.

Selain itu, terkait jam pembelajaran yang harus sesuai dengan aturan. Jam pembelajaran di sekolah harus melakukan 4 jam dengan kapasitas rombel dengan shif.

Termasuk juga pihak sekolah wajib mengikuti adaptasi kebiasaan baru (AKB) baik itu mempersiapkan masker yang menutup hidung, mulut sampai ke dagu, tempat mencuci tangan, handsanitaizer, jaga jarak dan tidak kontak fisik, dan lainnya.

"Dalam kondisi PTM seperti ini, sebetulnya kami Disdik Jabar dan satuan pendidikan di sekolah, lebih pada menyediakan layanan. Layanan yang disediakan itu apabila PTM diberlakukan dan kita sudah siap, dan apabila PJJ diberlakukan juga kami juga sudah siap. Artinya orang tua atau wali siswa dapat untuk memilih apakah PTM atau PJJ," paparnya.

Menurutnya saat ini pihaknya tengah berupaya agar seluruh satuan pendidikan dan tenaga pendidik yang belum di vaksin, harus melakukan vaksinasi Covid-19, hal ini untuk mencegah atau tertular Covid-19.

"Saya berharap, untuk para orang tua siswa, mari kita bersama-sama memastikan tiap anak itu di Jabar belajarnya aman dan sehat. Dan untuk kepada teman-teman bapak/ibu kepala sekolah, kalaupun nanti pada saat PTM kami mempersilahkan, sekolahpun bisa memanfaatkan ruang terbuka sebagai tempat PTM," pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah pusat mengeluarkan surat keputusan bersama (SKB) empat menteri. Pada Juli 2020 yang lalu, tidak ada tatap muka di sekolah mana pun. Selanjutnya, sekitar September hingga Desember 2020 lalu, diperbolehkan tatap muka, tapi dengan catatan khusus di zona hijau.

Sementara Januari sampai dengan Juni 2021, diperbolehkan boleh tatap muka, tapi harus seizin gugus tugas.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov jabar
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top