Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jangkauan Vaksinasi Lansia di Jabar Masih di Bawah 30 Persen

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menilai jangkauan vaksinasi untuk lansia masih belum maksimal.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 25 Maret 2021  |  18:35 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat menilai jangkauan vaksinasi untuk lansia masih belum maksimal.

Ketua Pelaksana Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja mengatakan program vaksinasi tenaga kesehatan sudah di angka 100 persen untuk dosis pertama. Bahkan untuk kedua sudah mencapai angka 85 atau 90 persen.

Hanya saja, untuk vaksinasi bagi lansia dan tenaga pelayan publik angkanya masih berada di bawah 30 persen. ”Vaksinasi masih rendah angka vaksinasinya, juga untuk tenaga pelayan publik dosis pertama ada di angka 28 persen,” katanya di Bandung, Kamis (25/3/2021).

Setiawan juga menuturkan jika kasus aktif Covid-19 di Jawa Barat menurun di angka 11,38 persen.

Tingkat kesembuhan meningkat diangka 87,73 persen. Sedangkan tingkat kematian berada di angka 1,24 persen. Ini berpengaruh signifikan pada tingkat keterisian tempat tidur berada di angka 54,31, atau lebih rendah dari standar yang ditetapkan WHO di angka 60 persen.

“Rasio kontak tracing di angka 1:5 kemudian tingkat kepatuhan kita berhasil terus mempertahankan di atas angka 80 persen. Terkait zona risiko, jadi tidak ada 27 kota dan kabupaten yang masuk ke dalam zona risiko tinggi (merah),” katanya.

Di sektor ekonomi, angka ekspor di jabar masih tertinggi di Indonesia dengan angka +7,9. Capaian itu lebih baik jika dibandingkan dengan daerah Jawa Tengah atau Jawa Timur.

“Kalau kita melihat dari indeks recovery mobility kita pun minggu ini berhasil meningkat dari mulanya 48 persen menjadi 58 persen,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top